Berita

Foto/Kompas.com

Dunia

PPIK Sambut Baik Inisiatif Jokowi Bertemu Dubes Dua Korea

SENIN, 30 APRIL 2018 | 16:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Teguh Santosa menyambut baik inisiatif Presiden Jokowi mengundang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat Demokratik Korea Utara untuk Indonesia An Kwang Il.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruangan Jepara Presiden, Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/4) siang, Jokowi ditemani Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Kim Changbeom dan An Kwang Il tiba di ruangan sekitar pukul 14.00 WIB. Presiden Jokowi yang terlebih dahulu berada di dalam ruangan langsung menyambut keduanya dengan berjabat tangan dan mempersilakan duduk.


Pertemuan Jokowi dengan Dubes Kim Chang-beom dan Dubes An Kwang Il sudah pasti menyusul Perjanjian Panmunjom yang ditandatangani Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, baru-baru ini.

Dunia menyabut positif Perjanjian Panmunjom yang sekaligus menjadi sejarah baru bagi kedua Korea. Kedua Korea sepakat mewujudkan perdamaian yang permanen dan denuklirisasi total di Semenanjung Korea.

Jauh sebelum Perjanjian Panmunjom lahir, Teguh berpandangan perdamaian di Semenanjung Korea bisa terwujud di era pemerintahan Moon Jae-in. Ada banyak tanda-tanda ke arah kesepakatan damai. Namun situasi sempat terganggu oleh provokasi Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump dan beberapa anasir eksternal yang ingin mempertahankan ketegangan bertahan terus berlanjut.

Teguh yang juga dosen Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta mengikuti konflik Korea dari dekat. Setiap tahun dirinya mengunjungi Pyongyang. Kunjungan pertama ke Pyongyang dilakukan di tahun 2003, tak lama setelah Presiden Amerika Serikat kala itu, George W. Bush menuding Korea Utara sebagai anggota poros setan bersama Iran dan Irak.

Teguh mengatakan bagaimanapun kedua Korea pernah bersatu sebelum dicabik-cabik kolonial.

"Tahun 2000 dan 2007 pemimpin Korea Selatan, Kim Daejung dan Roh Moohyun, bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Il. Pembicaraan ke arah penyatuan kedua negara dalam bentuk konfederasi sudah dilakukan. Tapi kembali berantakan karena intervensi kekuatan asing," ujar Teguh, peraih Bintang Kehormatan dari pemerintah Korea Utara, kepada media beberapa saat sebelum Pertemuan Panmunjom berlangsung, Jumat (27/4).[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya