Berita

MBS/Net

Dunia

Pangeran Mahkota Saudi: Palestina Harus Terima Usulan Damai Atau Diam

SENIN, 30 APRIL 2018 | 15:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman mengatakan bahwa orang Palestina harus menerima proposal perdamaian atau diam.

Menurut berita Channel 10 Israel pada hari Minggu (29/4), Salman membuat pernyataan ketika dalam perjalanan ke New York bulan lalu di mana dia bertemu dengan beberapa pemimpin Yahudi.

"Selama 40 tahun terakhir, kepemimpinan Palestina telah kehilangan kesempatan lagi dan lagi, dan menolak semua tawaran yang diberikan," kata Putra Mahkota.


"Sudah saatnya rakyat Palestina menerima tawaran itu, dan setuju untuk datang ke meja perundingan, atau mereka harus diam dan berhenti mengeluh," sambungnya seperti dimuat Press TV.

Dia juga mengatakan bahwa subjek Palestina saat ini tidak di atas pemerintahan dalam agenda Riyadh.

"Ada banyak masalah yang lebih mendesak dan lebih penting untuk dihadapi, seperti Iran," tambahnya. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya