Berita

Foto/Net

On The Spot

JPO Polda Metro Jaya Cuma Setengah Doang

Yang Mau Nyeberang Bingung
SENIN, 30 APRIL 2018 | 10:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sebanyak 12 jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin, Jakarta, bakal direvitalisasi. Tiga JPO di Jalan Jenderal Sudirman jadi prioritas awal.

Tiga JPO tersebut yakni, JPO Polda Metro Jaya (PMJ), Gelora Bung Karno dan Ratu Plaza. Tiga JPO tersebut berada da­lam radius 1 kilometer (km). Seperti apa kondisi ketiga JPO itu hingga menjadi prioritas revitalisasi?

Dari pengamatan, kemarin, JPO PMJ memiliki lebar seki­tar 1,5 meter saat masuk dari bawah. Lantai JPO dibangun cukup landai dan dapat memu­dahkan aksesibilitas masyarakat yang ingin menggunakannya. Tak ada tangga untuk naik di JPO PMJ.


Untuk sampai ke atas, ada tiga tingkatan yang harus dilalui. Jarak total dari bawah sampai atas sekitar 50 meter dengan lantai yang terbuat dari plat tebal. Di bagian atas, beberapa plat mulai copot dari badan jembatan, dan jika tak segera diperbaiki akan semakin parah.

Di bagian atas, JPO lebih lebar dibandingkan di akses masuk. Namun, hingga kini JPO PMJ masih belum sempurna. JPO PMJ hanya ada setengah dari yang seharusnya. Di pertenga­han, JPO ditutup akibat tanah ambles di dekat JPO tersebut.

Pengguna JPO pun harus melanjutkan dengan menye­berang jalan raya. Sebuah tangga tak terlalu lebar dibangun di tengah jalan Jenderal Sudirman di JPO tersebut, untuk akses naik dan turun.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pengguna yang ingin menyeberang dari arah PMJ bingung. Salah satunya, yakni Steven. "Mas, kalau mau ke seberang lewat mana ya?" ucap Steven kepada salah seorang pengguna JPO lainnya.

Steven pun mendapatkan penjelasan dari orang yang dia tanya. Saat ngobrol, Steven mengaku baru pertama kali menyeberang dari JPO tersebut. Dia mengira, JPO tersebut bisa dipakai langsung menyeberang dengan aman tanpa harus turun lagi ke jalan raya.

"Baru tahu harus turun lagi ke jalan raya. Soalnya, memang sudah lama sih nggak lewat JPO sini," ujarnya.

Dia menilai, JPO yang 'bun­tung' cukup membahayakan warga yang ingin menyeberang. Apalagi, arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman dikenal ra­mai. Dia berharap, JPO segera diperbaiki demi kenyamanan dan keamanan para penggunanya.

"Ya, mestinya memang harus segera diperbaiki. Soalnya kan ini JPO-nya ramai, terus akses untuk ke halte Transjakarta," ucapnya.

Hari itu, JPO PMJ tetap ra­mai digunakan warga. Lalu lalang warga yang ingin naik Bus Transjakarta tampak di JPO tersebut, terutama di siang menjelang sore.

Terkait niat Pemprov DKI yang ingin merevitalisasi 12 JPO dengan dana cukup 'wah', Steven mengaku setuju. Asalkan, kata dia, revitalisasi itu bukan hanya 'kosmetik' agar Jakarta terlihat lebih bagus pada penye­lenggaraan Asian Games nanti.

"Yang penting kenyamanan dan keamanannya ya. Soalnya, percuma juga kalau ada fasilitas lengkap tapi penggunanya ng­gak nyaman, atau nggak merasa aman. Satu lagi, kalau sudah lebih bagus nantinya, harus ada pemeliharaan yang baik juga. Jadi nggak cuma bikin tapi me­lihara nggak bisa," tuturnya.

Amin, salah satu tukang ojek yang biasa mangkal di bawah JPO PMJ mengungkapkan, sejak kejadian tanah ambles pada 2015 lalu, JPO dibiarkan dalam kondisi 'buntung'. Kata dia, pemakai JPO yang ingin menyeberang pun mesti turun ke jalan raya untuk melanjutkan perjalanan.

"Dari waktu gubernur yang lama sudah begitu. Tapi sih kayaknya mau dibagusin, ke­marin-kemarin sempat lihat ada petugas yang ngukur-ngukur," ucap Amin.

JPO Ratu Plaza Semrawut Kabel Dan Reklamenya

 JPO yang turut jadi prioritas lainnya, yakni JPO Gelora. JPO ini juga berfungsi sebagai akses warga yang ingin naik atau turun dari Transjakarta melalui Halte Gelora Bung Karno (GBK).

Tak ada yang istimewa dari JPO ini. Akses naik ke atas JPO sama dengan JPO Polda Metro Jaya (PMJ), yakni 1,5 meter. Jalur JPO yang berada di depan Gedung Graha CIMB Niaga dan Pintu Masuk GBK ini pun dibuat landai, dan cukup ramah bagi penyandang disabilitas.

Dari segi penampilan, JPO tampak lebih kinclong dari JPO PMJ. Dari suasana, JPO ini lebih sepi dibandingkan JPO PMJ. Di bawah JPO ini terdapat penger­jaan proyek salah satu stasiun mass rapid transit (MRT).

Selanjutnya adalah JPO Ratu Plaza. JPO ini merupakan akses bagi warga yang ingin naik dari halte Transjakarta Bundaran Senayan. Tak ada pula yang khusus di JPO ini. Lebar sama dengan dua JPO sebelumnya sekitar 1,5 meter. Lantainya pun dibuat landai.

Namun dari penampilan luar, JPO ini lebih semrawut dari dua JPO sebelumnya. Berbagai re­klame dan spanduk menempel di JPO yang berada persis di depan Gedung Ratu Plaza. Selain itu, di beberapa sisi pagar JPO juga mulai berkarat.

Hal yang membuat semrawut lainnya adalah kabel-kabel ber­seliweran dan tampak tak bera­turan di sisi JPO. Padahal, JPO ini termasuk ramai dilewati warga yang ingin menyeberang maupun naik atau turun dari Transjakarta.

"Kayaknya sudah lama ya begitu kabel-kabelnya. Nggak tahu kapan dibagusin. Sekarang sih sebenarnya masih layak, tapi kalau mau dipercantik ya lebih bagus," ujar Rosa, pengguna JPO Ratu Plaza.

Dia mendukung rencana Pemprov DKI mempercantik 12 JPO di sepanjang Sudirman- Thamrin dengan berbagai fasili­tas. Baginya, hal itu akan lebih memudahkan warga yang ingin menyeberang atau naik Bus Transjakarta. "Dukung ya pasti. Apalagi kalau benar nanti ada lift dan berbagai fasilitas lain. Semoga direalisasi secepatnya," harap Rosa. ***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya