Berita

Rizal Ramli di Benteng Marlborough, Bengkulu/RMOL

Politik

Rizal Ramli: Jangan Sampai Kisah Thomas Parr Terjadi Di Era Kemerdekaan

SENIN, 30 APRIL 2018 | 00:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Namanya Thomas Parr. Lahir di Wigan, Lancashire, 20 Maret 1768. Putra dari Letkol John Parr dan Sarah Walmesley ini bertugas sebagai Residen Inggris di Bengkulu antara April 1805 sampai hari kematiannya di bulan Desember dua tahun kemudian.

Menurut catatan sejarah Thomas Parr tewas dibunuh kelompok masyarakat yang tidak puas dengan kolonialisasi Inggris di Bengkulu. Mereka menyusup ke kediaman Thomas Parr di Bukit Felix pada malam hari dan menghabisi nyawanya di tempat tidur. Saat itu Thomas Parr baru berusia sekitar 39 tahun.      

Pemerintah Inggris memakamkan jenazah Thomas Parr di dalam Benteng Marlborough. Konon, pemerintah Inggris khawatir bila dimakamkan di luar benteng, rakyat yang sudah kadung marah pada kepemimpinan Thomas Parr akan membongkar makamnya.


Saat mengunjungi Benteng Marlborough, Minggu siang (29/4), ekonom senior DR. Rizal Ramli berhenti sebentar di dekat makam Thomas Parr. Sekarang makam itu sudah kosong. Rizal Ramli mengunjungi Bengkulu dalam rangka melanjutkan safari politik berkeliling sejumlah daerah di Indonesia.

Selain makam Thomas Parr, ada dua makam lagi yang dideretkan berjajar dengan makam Thomas Parr di dalam Benteng Marlborough. Pertama, makam Robert Hamilton, seorang kapten Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang lebih dahulu tewas dibantai rakyat.

Pembunuhan Robert Hamilton pada Desember 1793 juga didorong oleh sebab-sebab yang kurang lebih sama dengan kasus pembunuhan Thomas Parr.

Makam selanjutnya adalah makam Charles Murray, asisten Thomas Parr, yang berusaha menyelematkan tuannya. Charles Murray terluka dan baru menghembuskan nafas terakhir di bulan Januari 1808.  

Rizal Ramli terlihat sungguh-sungguh mendengarkan kisah Thomas Parr dan pendahulunya Robert Hamilton yang disampaikan pemandu wisata.

"Kita mesti memetik pelajaran dari kisah Thomas Parr ini. Rakyat tidak akan berdiam diri apabila terus menerus berada dalam ketertindasan," ujar Rizal setela mendengarkan cerita di balik tiga makam itu.

"Jangan sampai pengalaman Thomas Parr ini berulang di jaman kemerdekaan," sambungnya.

Untuk mengenang Thomas Parr, pemerintah Inggirs mendirikan monumen khusus di kawasan Kampung Cina. Masyarakat setempat kini menyebutnya Kuburan Bulek.

Adapun untuk Robert Hamilton, pemerintah Inggris mendirikan Tugu Robert Hamilton di Kelurahan Pasar Melintang. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya