Berita

Rini Soemarno/Net

Politik

Usut! Jika Benar Suara Menteri Rini Dan Bos PLN Yang Bahas Fee Proyek

SABTU, 28 APRIL 2018 | 10:16 WIB | LAPORAN:

Rekaman suara percakapan dua orang diduga membahas fee proyek bikin geger jagat maya sejak tadi malam (Jumat, 27/4).

Betapa tidak, dalam rekaman percakapan yang melibatkan pria dan wanita itu menyebut 'Pertamina dan PLN' yang merujuk perusahaan BUMN.

Sejauh ini dugaan muncul dua orang yang empunya suara dalam rekaman percakapan itu adalah Menteri Negara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno dan Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir.  


"Sofyan Basyir dan Rini ya.. nggak tahu validasinya, zaman digital seperti ini," ucap aktivis gerakan reformasi 1998, Ricky Tamba dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Sabtu, 28/4).

Namun jika benar itu suara Rini dan Sofyan, Ricky mendesak Jokowi harus secepatnya bulan Juni nanti ada perombakan kabinet (reshuffle).

"Biar Jokowi ada prestasi sedikitlah tunjuk orang-orang yang bener, walaupun kemungkinan besar sih nggak bakal mengangkat elektablitas Jokowi lagi, karena sudah terlambat," tambah Ricky yang juga wasekjen jaringan aktivis Pro Demokrasi (Prodem).  

Ricky menegaskan, keuangan negara jelas dirugikan jika benar ada bagi-bagi fee proyek perusahaan plat merah sebagaimana tertangkap dalam rekaman percakapan dua orang itu. Bahkan ini bisa masuk kategori tindak pidana korupsi.  

Karena itu ia mendorong NGO, pemerhati korupsi yang memang mengerti persoalan Pertamina dan kerugian yang selama ini diduga terjadi akibat persengkokolan segelintir elit agar melapor ke Bareskrim Mabes Polri serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Apalagi fakta yang mengemuka ke publik, Pertamina mengklaim adanya kerugian usaha di 2017 karena kenaikan harga minyak dunia yang tak diikuti penyesuaian harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan premium.

"Laporin saja ke Baresrim Mabes Polri, KPK supaya diusut. Kita tidak mau juga Pertamina bangkrut," tukasnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya