Berita

Buka Konbes Fatayat NU/Net

Politik

Fatayat NU Gali Potensi Perempuan Indonesia Timur

SABTU, 28 APRIL 2018 | 03:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara merata. Atas alasan itu, Konferensi Besar Fatayat NU yang digelar di Ambon, Maluku mengusung tema Rejuvinasi Gerakan Perempuan dari Indonesia Timur.

Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini menjelaskan bahwa banyak potensi perempuan yang dapat digali dari bagian timur Indonesia.

"Rejuvinasi itu kan artinya peremajaan, jadi kenapa kita usung tema ini karena harapan kita semua akan ada refreshment (penyegaran) dari gerakan komunitas perempuan," tutur Anggia saat membuka acara tersebut.


Dalam beberapa tahun terakhir, ujar Anggoa, fenomena kemajuan teknologi banyak membuat perempuan hanyut di dalamnya tanpa berbuat sesuatu untuk masyarakat. Dengan kata lain, kemajuan teknologi belum maksimal digunakan untuk memberdayakan dan menggali potensi perempuan dengan baik.

"Seharusnya, teknologi bisa dimanfaatkan maksimal. Apalagi jika melihat potensi besar yang dimiliki Indonesia di bagian Timur yang sungguh luar biasa," jelasnya.

Demi mengakomodir minat dan bakat perempuan dalam memanfaatkan teknologi, Fatayat NU menggelar lomba fotografi peran perempuan di sektor ekonomi dalam acara ini.

Selain itu, Konbes juga membahas masalah problem internal dan eksternal. Problem internal di antaranya tentang kaderisasi dan keorganisasian.

"Sementara program eksternal lebih pada isu terkini yang sifatnya global," tukasnya.

Beberapa menteri kabinet kerja janji hadir dalam acara ini. Mereka di antaranya adalag Menpora Imam Nahrawi dan Menteri PDTT Eko Putro Sanjoyo.

Sementara dalam acara pembukaan pada Jumat (27/4), hadir Menteri Ristek Dikti RI, Muhammad Natsir, Ketua PBNU Robikin Emhas, dan pelaksana tugas (Plt) Gubernur Maluku Zeth Sahuburua. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya