Berita

Ilustrasi/Net

Pertumbuhan Benih Bawang Putih Dari India Dan Mesir Bagus

JUMAT, 27 APRIL 2018 | 18:36 WIB | LAPORAN:

Kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencanangkan swasembada bawang putih tahun 2021 dirancang komprehensif mencakup hulu hingga hilir.

Guna mencapai swasembada tersebut perlu luas tanam pada tahun 2021 seluas 78.500 hektare, dimana 13.500 hektare diantaranya untuk pembenihan dan selebihnya untuk dikonsumsi.

"Rencana tanam pada 2018 seluas 15 ribu hektare diperlukan benih yang banyak, selain dipasok dari benih lokal, sebagian diperoleh dari negara lain yang sesuai," ujar Suwandi Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, saat mengunjungi uji coba demplot benih di Tegal, Jawa Tengah, Jumat (27/4).


Suwandi mengatakan sudah melakukan uji DNA dan uji coba demplot benih dari Taiwan, India dan Mesir yang ditanam di Temanggung, Lombok Timur, Tegal dan lainnya. Minggu lalu saat berkunjung ke Temanggung, hasilnya cocok dan tumbuh umbinya.

"Oh iya ada satu lagi yang dimungkinkan cocok yaitu dari Yunnan, China. Namun kini masih dalam proses uji terlebih dahulu," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Khofifah menjelaskan uji coba demplot bawang putih di Tegal ini dipantau intensif dari IPB, Balai Penelitian Sayur-sayuran (Balitsa) dan Ditjen Hortikultura. Uji pengumbian bawang putih asal India dan Mesir sebanyak tiga varietas yaitu Baladi dan Sids 40/Seed 40 dari Mesir dan 1 varietas dari India.

"Demplot hasilnya bagus, tumbuh umbi dan cocok ditanam di Tegal. Lokasi uji coba di desa Tuwel, Kecamatan Guci, Kabupaten Tegal oleh kelompok tani Berkah Tani dengan ketua kelompok M. Maufur.  Tujuannya menguji daya tumbuh, umbi serta siung sehingga nantinya bisa diperbanyak sebagai pilihan sumber benih  bawang putih di Indonesia," ungkap Khofifah.

Khofifah menyebutkan berdasarkan hasil pantauan Tim PKHT IPB Prof. Sobir, Balitsa Dr. Joko Pinilih dan Ibu Nasrid bersama Ditjen Hortikultura secara rinci yaitu pertama, benih asal India telah dipanen umur 107 HST, menghasilkan umbi dan bersiung, ukuran umbi sedang (2-3,5 cm) dengan ukuran siung kecil,

Kedua, varietas Sids 40 dari Mesir dimana umur tanaman saat ini 97 HST dengan kondisi tanaman segar belum saatnya panen, umbinya masih relatif kecil dan akan bertambah, pada saat pengamatan dapat menghasilkan umbi sedang (3 cm) dan bersiung dengan ukuran siung lebih besar.

Ketiga, Varietas Baladi dari Mesir, yang mana saat pengamatan berumur 97 HST saat ini dalam kondisi tanaman segar dan belum saatnya panen. Diperkirakan bawang ini dapat menghasilkan umbi dengan ukuran lebih besar (3,5-4 cm) dan bersiung. Ukuran siung kurang seragam dominan kecil.

"Ya hasil diskusi dengan petani yang berpengalaman, ini varietas Seed 40 dari Mesir lebih cocok ditanam di musim kering, kurang maksimal di musim penghujan, sedangkan untuk Baladi dari Mesir dan varietas asal India  lebih tahan terhadap curah hujan tinggi, terbukti hasilnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kondisi bawang sebelum ditanam," jelas Khofifah.

Sementara itu, Direktur Perbenihan Ditjen Hortikultura, Sukarman menjelaskan hasil uji coba dilihat dari phenotip pertanaman,  menunjukkan bawang putih Seed 40 mirip dengan Varietas Sangga Sembalun. Sementara Varietas Baladi dari Mesir dan dari India mirip dengan Varietas Lumbu Putih.

"Selain uji coba pengumbian, pada saat bersamaan telah dilakukan uji DNA dan diperoleh hasil bahwa Varietad Seed/Sids 40 dari Mesir tidak berbeda dengan Varietas Sangga Sembalun, sedangkan varietas Baladi dan India berbeda dengan Lumbu Putih," jelasnya.

Akan hal ini, Sukarman menilai benih asal Mesir dan India tidak jauh berbeda dengan benih lokal.

"Produksi bawang putih dari hasil demplot ini, benihnya akan ditanam lagi pada musim berikutnya dalam skala lebih luas lagi," pungkasnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya