Berita

Dunia

Deklarasi Panmunjom: Tidak Ada Lagi Perang Di Semenanjung Korea

JUMAT, 27 APRIL 2018 | 18:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pertemuan tingkat tinggi Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Peace House, Panmunjom, hari ini menghasilkan deklarasi maha penting.

Intinya, dua pemimpin negara dari satu bangsa itu dengan sungguh-sungguh menyatakan bahwa tidak akan ada lagi situasi perang di Semenanjung Korea. Sejak tahun 1953, dua Korea berada dalam status gencatan senjata. Dengan komitmen hari ini, era baru perdamaian Korea baru saja dimulai.

Keduanya berkomitmen tegas untuk mengakhiri ketegangan yang sebenarnya merupakan dampak dari Perang Dingin. Bangsa Korea akan memasuki era baru yang diisi rekonsiliasi nasional, perdamaian dan kemakmuran. Juga meningkatkan hubungan antar-Korea dalam cara yang lebih aktif.


Media Korea Times mempublikasikan isi lengkap deklarasi bersejarah dua pemimpin Korea tersebut.

Pada butir pertama disebutkan bahwa Korea Selatan dan Utara akan menyambung lagi hubungan darah antar bangsa Korea. Utara dan Selatan akan mengedepankan kemajuan masa depan, kemakmuran bersama dan persatuan yang dipimpin oleh orang-orang Korea, dengan memfasilitasi kemajuan yang komprehensif dan inovatif dalam hubungan antar-Korea.

"Meningkatkan dan memupuk hubungan antar-Korea adalah keinginan umum seluruh bangsa dan panggilan mendesak yang tidak dapat ditahan lebih jauh," demikian kutipan dari poin pertama.

Korea Selatan dan Utara menegaskan prinsip penentuan nasib Korea atas kemauan mereka sendiri dan setuju untuk menghadirkan momen penting bagi peningkatan hubungan antar Korea dengan sepenuhnya menerapkan semua perjanjian dan deklarasi yang diadopsi keduanya sejauh ini.

Korea Selatan dan Utara setuju untuk mengadakan dialog dan negosiasi di berbagai bidang termasuk di tingkat tinggi, dan mengambil langkah-langkah aktif untuk pelaksanaan kesepakatan yang dicapai di KTT.

Lalu, sepakat untuk membentuk kantor penghubung yang dioperasikan perwakilan dari kedua belah pihak di wilayah Gaeseong. Tujuannya, untuk memfasilitasi konsultasi antara pihak berwenang serta kerja sama antara masyarakat.

Korea Selatan dan Utara setuju untuk mendorong kerja sama, pertukaran, kunjungan, dan kontak yang lebih aktif di semua tingkatan untuk terus menyegarkan rekonsiliasi nasional dan persatuan.

Dua belah pihak akan mendorong suasana persahabatan dan kerja sama dengan secara aktif menggelar berbagai acara bersama pada tanggal yang memiliki arti khusus bagi pihak Selatan maupun Utara, seperti tanggal 15 Juni (deklrasi reunifikasi tahun 2000). Acara-acara itu akan melibatkan peserta dari semua tingkatan, termasuk pemerintah pusat dan lokal, parlemen, partai politik, dan organisasi sipil dari dua pihak.

Di panggung internasional, dua pihak sepakat untuk menunjukkan solidaritas mereka dengan berpartisipasi bersama dalam acara olahraga internasional, seperti Asian Games 2018.

Korea Selatan dan Utara setuju untuk segera menyelesaikan masalah kemanusiaan yang merupakan dampak dari pembelahan Korea, dan mengadakan Pertemuan Palang Merah Antar Korea untuk membahas dan memecahkan berbagai masalah termasuk reuni keluarga yang terpisah. Dalam hal ini, Korea Selatan dan Utara setuju untuk melanjutkan program reuni keluarga yang terpisah pada kesempatan Hari Pembebasan Nasional yang jatuh 15 Agustus.

Di bagian akhir pada poin pertama, Korea Selatan dan Korea Utara setuju untuk secara aktif mengimplementasikan proyek yang sebelumnya disepakati pada 4 Oktober 2007.

Untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang seimbang dan kemakmuran bersama, sebagai langkah awal, dua pihak sepakat untuk mengadopsi langkah-langkah praktis menuju koneksi dan modernisasi perkeretaapian dan jalan di koridor timur, juga antara Seoul dan Sinuiju. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya