Berita

Politik

PDIP Gelar Diskusi Tertutup Dihadiri Ketum MUI

JUMAT, 27 APRIL 2018 | 15:28 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

PDI Perjuangan mengaku sangat khawatir dengan perkembangan paham radikal di Indonesia.

Atas alasan itulah PDIP hari ini menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (27/4). Diskusi tertutup itu menghadirkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Maruf Amin, sebagai pembahas.

Wakil Sekjen DPP PDIP, Ahmad Basarah, saat membuka FGD mengatakan, kegiatan ini untuk memperkuat penanaman ideologi Pancasila. Selain itu, sebagai bahan masukan bagi Fraksi PDIP di DPR RI dalam membahas RUU Terorisme.


"Kami berharap agar FGD ini mendapatkan bahan dan referensi untuk PDIP di DPR, untuk memberikan instruksi dan untuk menentukan sikap dan pandangannya dalam UU terorisme," kata politikus yang juga Wakil Ketua MPR RI ini.

Di era sekarang, sambung Basarah, Indonesia tengah berhadapan dengan ideologi transnasional. Di sisi lain, berkembangnya paham radikalisme yang berakibat intoleransi mengancam nilai dan ideologi Pancasila.

"Karena paham-paham radikalisme sangat mengganggu dan berpotensi merusak keutuhan bangsa Indonesia. Paham ini juga cikal bakal terorisme," pungkasnya.

Selain menghadirkan Maruf Amin, Komite Bidang Politik dan Keamanan PDIP sebagai penyelenggara juga mendatangkan Direktur Deradikalisasi BNPT, Brigjen Pol Hamli; dan Direktur Intelijen Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Kombes Pol Ibnu Suhendra.

Juga diikuti oleh para anggota Fraksi PDIP di DPR RI dan para kader organisasi kemahasiswaan seperti PB HMI, PMKRI, GMNI dan PMII.

Namun, FGD ini bersifat tertutup bagi wartawan. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya