Berita

Olga Lydia/Humas DPR

Politik

Perempuan Sangat Bisa Jadi Agen Hoax Buster

JUMAT, 27 APRIL 2018 | 15:13 WIB | LAPORAN:

Media sosial dapat menjadi sarana pemberi informasi yang baik, tetapi juga berbahaya apabila tidak dibarengi dengan sikap terbuka.

Di sisi lain, informasi di media sosial bisa diakses oleh siapapun, bahkan oleh anak usia dini.

Di sini pentingnya peran perempuan dalam menjaga keluarga dan lingkungan sekitarnya dengan menjadi agen literasi media sosial atau hoax buster.


"Perempuan sangat bisa menjadi agen literasi media sosial karena anak dekat dengan ibu dan ibu bisa mengingatkan suami untuk sekalu berfikir positif. Perempuan memiliki cara yang lebih lembut dalam pendekatan emosional," ujar artis dan presenter, Olga Lidya di bilangan Jakarta, Jumat (27/4).

Hoax dan konten negatif lainnya memang seringkali dibungkus dalam informasi yang bisa menyentuh emosi. Banyak berita bohong yang dibuat dramatis yang bertujuan untuk memancing emosi banyak orang demi kepentingan tertentu, seperti penyebaran konten hasutan dan ajakan kekerasan.

"Hoax sebenarnya juga bisa digunakan sebagai ajang perekrutan untuk kaum remaja Indonesia yang sudah banyak terekrut kelompok teroris di Suriah khususnya. Hal ini seharusnya dapat membuat kita menjadi lebih waspada dengan mengajak mereka bicara tentang apa yang dia pikirkan dengan berita hoax itu, bukan hanya melarang mereka untuk membaca dan bicara bahwa itu berita tidak benar tanpa memberikan pengertian atau arahan apapun pada mereka," ujar Olga

Di sinilah menurut Olga, perempuan yang memiliki kedekatan lebih terhadap anak dan memiliki sensitivitas emosi yang tinggi berperan penting sebagai agen literasi di keluarga.

Perempuan harus didorong menjadi agen pendidik di keluarga dan lingkungan sosial tidak hanya bagi penyebaran konten hoax, tetapi juga konten-konten bermuatan kekerasan dan radikalisme.

Namun, secara psikologis perempuan kadang cenderung lebih kurang memiliki rasa percaya diri, pemalu dan merasa dirinya kurang pintar dibanding orang lain. Jadi, ketika ada kiriman berita atau foto dari orang yang dianggapnya lebih pintar, lebih sukses dan dihormati dari dirinya hal ini bisa membuat perempuan menjadi lebih percaya dengan berita tersebut.

"Nah kurang rasa percaya diri ini yang bisa menghambat perempuan untuk bisa menimbang logis atau tidak logisnya berita itu. Karenanya peningkatan kapasitas perempuan juga sangat penting," tegas Olga.

Karena itulah, Olga mendorong generasi muda harus bijak dalam menggunakan sosial media agar tidak mudah terpengaruh yang mendorong mereka pada perbuatan yang radikal, yang sebenarnya tanpa disadari dia sedang di adudomba melalui konten hoax tersebut.

Konten hoax dan informasi yang menyesatkan sudah sangat sulit dibedakan tingkat kebenarannya.

"Poin penting dalam menangkal hoax adalah harus bisa memilah berita yang logis atau tidak logis dan menimbang penting tidak penting berita ini untuk saya atau untuk orang lain. Kalau dirasa tidak mambawa kebaikan ya tidak perlu disebarkan," saran perempuan lulusan Universitas Parahyangan ini.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya