Berita

Presiden Joko Widodo dan Presiden Hassan Rouhani/Net

Dunia

Volume Dagang Indonesia dan Iran Meningkat 200 Persen

RABU, 25 APRIL 2018 | 10:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Republik Indonesia dan Republik Islam Iran berusaha meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara. Dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Iran Hassan Rouhani di Tehran akhir 2016 lalu, kedua kepala negara sepakat meningkatkan volume dagang hingga 2 miliar dolar AS dalam beberapa tahun mendatang.

Demikian dikatakan Dutabesar Republik Islam Iran Valiollah Mohammadi dalam jamuan makan malam dengan pendiri Universitas Bung Karno (UBK), Rachmawati Soekarnoputri, di kediaman dinas Dubes Iran di Jalan Madiun, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/4).

Jamuan makan malam digelar Dubes Mohammadi untuk membalas jamuan makan malam sebelumnya yang diselenggarakan atas undangan putri Bung Karno itu.


Dalam jamuan makan di kediaman Dubes Iran, Rachma didampingi Wakil Rektor UBK Teguh Santosa.

"Dibandingkan tahun 2016, volume perdagangan Iran dan Indonesia di tahun 2017 meningkat 200 persen. Dari sekitar 300 juta dolar AS menjadi 700 juta dolar AS. Ini tanda yang sangat baik, walau masih di bawah target," ujar Dubes Mohammadi.

"Kami yakin target ini bisa tercapai," sambungnya.

Dubes Mohammadi mengatakan, dalam pertemuan terpisah antara Pemimpin Spiritual Iran Ali Khamenei dengan Presiden Jokowi, Pemimpin Spiritual Iran berpesan agar volume perdagangan kedua negara ditingkatkan hingga 20 miliar dolar AS.

Masih dikatakan Dubes Mohammadi, saat ini kedua negara sedang melakukan kerjasama eksplorasi di dua ladang minyak Iran, yakni Ab Teymoura dan Mansouri, dan kerjasama pembangunan refinery dengan nilai yang sangat besar.

"Kalau proyek ini dapat diselesaikan, maka target peningkatan volume perdagangan ke angka yang lebih signifikan akan tercapai," kata Dubes Mohammadi lagi.

Dia juga mengundang pihak UBK dan Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) untuk menjalin kerjasama dengan pihak Iran, baik di sektor pendidikan maupun sektor-sektor lain yang dapat menunjang sektor pendidikan juga research and development. [dem] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya