Ketua Umum PAN menyempatkan diri mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam Modern Gontor Ponorogo, Selasa (24/4).
Kunjungan tersebut dilakukan disela kegiatan roadshow di Jawa Timur. Kehadiran Zulkifli disambut langsung pimpinan pesantren KH Hasan Abdul Sahal, KH Syamsul Hadi Abdan, dan pengasuh ponpes Gontor lainnya.
Zulkifli menyampaikan maksud kedatangannya adalah mohon doa dan nasihat dari para Kiai dan Ulama
"Amanat jabatan ini sepenuhnya untuk menfaat bagi rakyat dan maslahat untuk umat. Karena itu saya mohon doa dan nasihat dari beliau para Kiai dan Ulama," ujar Zulkifli kepada para Kiai dan Ulama yang menyambut.
Lebih lanjut Zulkifli menjelaskan dirinya punya kesan tersendiri terhadap Pondok Modern Gontor. Ia mengaku sangat terkesan dengan metode dan kurikulum yang dikembangkan Gontor untuk memajukan santri.
"Karena itu waktu beliau Imam Masjid New York Shamsi Ali akan mendirikan Pesantren Nusantara, saya langsung usulkan untuk mengadopsi sistem dan kurikulun di Gontor," ungkapnya
Kehadiran Gontor, lanjut Zulkifli Hasan menjadi penyejuk persepsi pihak luar terhadap Islam. Islam diidentikkan dengan bom bunuh diri, kekerasan, dan radikalisme.
"Kita perlu tokoh-tokoh Islam yang bisa berdialog dengan dunia luar, disinilah pentingnya peran Gontor," ujar Ketua MPR ini.
Dikesempatan yang sama, Kiai Hasan Abdul Sahal menambahkan, banyak orang alergi mendengar istilah syariat.
Menurutnya, pandangan syariat itu sama dengan ekstremisme, kekerasan, poligami, dan hal lain yang dianggap negatif. Padahal, syariat adalah keseluruhan cara hidup seorang muslim.
"Orang lain heran melihat anak-anak kita mencium tangan orangtuanya dan orang tua menyangi anaknya. Itulah syariat," kata Kiai Hasan.
Kiai Hasan menegaskan Gontor memiliki komitmen untuk berjuang di jalur pendidikan. Bagi Kiai Hasan, inilah jalur perjuangan memajukan Islam sebagai Rahmatan lil'alamin.
"Semoga dengan pendidikan, Gontor bisa berkhidmat memberi manfaat buat umat," tutupnya.
[nes]