Video marah-marah Ketua DPC PDIP Bima, Ruslan Usman kepada polisi viral di dunia maya. Pejabat publik harusnya memberikan teladan kepada masyarakat dengan mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Bukan pamer kesombongan.
Peristiwa itu berawal ketika polisi hendak menilang Ketua DPC PDIP Bima Ruslan Usman. Alasannya, nomor polisi kendaraan yang kendarai Ruslan tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Parahnya lagi, identitas mobil itu juga tak sesuai dengan yang tertera di STNK.
Teguran terhadap Ruslan rupanya bukan kali pertama, tapi untuk yang ketiga kalinya. Namun, ketika ditegur Ruslan selalu marah-marah. Merasa benar, polisi tetap menindak Ruslan.
"Setelah bayar tilang, dipasang kembali pelat nomornya di Polres, lalu dilepas kendÂaraannya. Inikan cuma pelanggaran dan tidak ada tindak pidananya," jelas Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) AKBP I Komang Suartana, kemarin.
Gara-gara tindakan arogan itu, Ruslan pun harus menerima akibatnya. DPP PDIP memberikan sanksi pencopotan dari struktur partai. Keputusan itu diungkapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya.
"DPP PDI Perjuangan melakukan pembeÂbastugasan Ketua DPC PDIP Bima, NTB, Ruslan Usman atas tindakannya yang tidak terpuji, yang seharusnya tidak pantas dilakuÂkan oleh anggota partai sekalipun," tegas dia.
Kata Hasto, Ruslan seharusnya memberikan keteladanan, taat pada mekanisme dan hukum. "Bukannya bertindak arogan yang sangat tidak pantas sebagai elite partai," beber Hasto.
Video arogansi Ruslan pun menjadi olok-olokan netizen. Di kolom komentar Detik. com, akun Dul kempul mengkritik mental para pejabat. "Yah begitulah... Macam orang punya kuasa. Main bentak, main paksa dan sebagainya," kritik dia yang diamini oleh akun Zamris 1234 @1234_zamris. "Mentang-mentang partai penguasa enak aja marahin penegak hukum," sambung dia.
Akun sdj juga mengatakan, "Sipil kalau diberi kuasa suka mengintimidasi orang."
Sedangkan akun Wahyu Taiasu menuturkan, perilaku Ruslan adalah salah satu contoh buruknya rekrutmen. Kata dia, karena diisi preman ketika jadi penguasa cuma bisa korup saja.
"Itu baru kroconya belum di atasnya, secara personal polisinya emang keok nyali," ujar Ahmad Dani.
"Elite politik harusnya jadi role model atau panutan. Udah kayak preman aja ente. Ngomong soal aturan tapi melanggar. Hebat benar bapak," timpal akun Heince Parlentie.
Kritikan dan cibiran juga dilontarkan akun Sunardi Permadi. "Orang-orang berakhlak miÂnus, biasanya akan berlaku arogan, sombong, gila hormat manakala mendapatkan jabatan. Sikat saja orang-orang macam begitu bikin malu saja," kata Sunardi.
"Mestinya polisi sita mobil itu dan Kenakan tilang ini keterlaluan mereka sok belagu sok berkuasa sampe-sampe polisipun di bentak-bentak," ujar akun Abby Hernawan @ AbbyHernawan.
Mengenai sikap DPP PDIP yang langsung memberikan sanksi tegas juga diapresiasi warganet.
"Mas Hasto, teruskan tindakan yang teÂpat ini. Jangan hiraukan siapa pelakunya. Menyalahi aturan jangan diberi toleransi," kata akun Suroijoyo dialamatkan kepada Hasto.
Seirama, akun Dodol_garut88 juga menilai langkah PDIP cukup bagus. "Mantap PDIP yang tidak menutup mata atas kesalahan sekecil apapun anggotanya. Ini adalah pembeÂlajaran bagi seluruh elite dan politisi agar tidak arogan dan bertindak sesuka hatinya apalagi melanggar aturan. Bravo PDIP dan semoga tetap jaya selamanya!," puji dia.
Pujian juga dilontarkan akun Agus Priyanto. "Mantap PDIP! Keputusan tepat memecat kader yang mencoreng nama PDIP! PDIP mantaapp." Komentar yang sama diucapÂkan akun Oky. Kata dia, sudah sepantasnya dicopot. Parpol harusnya membentuk insan pemimpin yang bisa menjadi contoh baik unÂtuk melayani masyarakat. Bukan jadi raja.
"Baru jadi ketua DPC partai aja sonÂgong selangit. Betul dipecat aja," tegs akun Masmbelink yang disahuti akun Simbah Narjo. "Pecat dengan tidak hormat, memperÂmalukan PDIP ayo bu Mega pecat dia."
Kemontar berbeda diucapkan akun Surya Mahkota yang mengaku sedih melihat polisi tidak dihargai seperti ini. Polisi selalu berpeÂgang pada prinsip equal before the law.
"Kenyataannya di jalanan sering kita lihat polisi kita ragu-ragu dalam menindak orang-orang seperti ini. Berbeda sikap bila berhadapan dengan rakyat umum, galaknya luarrr biasa.. Mana harga diri kalian sebagai polisi? Kalau menerapkan aturan, jangan mau diperlakukan seperti ini. Masukkan pasal melawan petugas. Pimpinan polri harusnya menindak polisi-polisi yang ragu-ragu atau takut bertindak," ingatkannya.
Sekalipun mayoritas netizen mengkritik, mencibir tindakan Ruslan, ada juga yang membela. Akun Ibnuwira mengatakan, yang komen nyinyir kudu lihat lagi video nya.
"Kan dia (Ruslan bilang) Kalau memang saya salah.. Silakan ditilang.. Bukan main rampas ambil kunci mobil dan mobilnya di ambil. Sepanjang yang bersangkutan bisa membuktikan STNK asli," bela dia. ***