Berita

Emmanuel Macron dan Trump didampingi para istri/Reuters

Global

Beda Pandangan Soal Kesepakatan Nuklir Iran Bayangi Kunjungan Macron Ke AS

SELASA, 24 APRIL 2018 | 08:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Perancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan resmi ke Amerika Serikat untuk menemui Presiden Donald Trump awal pekan ini.

Kunjungan ini diperkirakan akan didominasi perbedaan soal kesepakatan nuklir Iran. Ketika Macron menuju ke Amerika Serikat, pemerintah Iran mendesak para pemimpin Eropa untuk meyakinkan Trump agar tidak merusak kesepakatan 2015 antara Teheran dan enam kekuatan dunia soal nuklir Iran.

Presiden Perancis mengatakan pada hari Minggu tidak ada "Rencana B" untuk menjaga ambisi nuklir Teheran. Dia sedang dalam misi penyelamatan untuk apa yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA). Sedangkan Trump mengatakan bahwa perjanjian itu adalah cacat yang mengerikan.


"Kunjungan ini sangat penting dalam konteks kami saat ini, dengan begitu banyak ketidakpastian, masalah, dan terkadang ancaman," kata Macron dalam pernyataan Prancis ketika dia tiba di Washington.

Beberapa menit setelah Macron mendarat di Amerika Serikat, Gedung Putih mengatakan tidak ada pengumuman tentang kesepakatan Iran.

"Presiden telah sangat jelas bahwa dia pikir itu adalah transaksi yang buruk. Itu tentu tidak berubah," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya