Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Sekarang Liberalisme Berubah Wujud Jadi Neoliberalisme

SELASA, 24 APRIL 2018 | 04:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Liberalisme sudah ada sejak orde baru. Bahkan, sekarang hal itu sudah berubah menjadi praktik neo-liberalisme yang sangat berbahaya.

Ekonom senior Rizal Ramli menjelaskan, dirinya sudah konsisten memerangi liberalisme sejak menjadi aktivis mahasiswa 77-78.  

"Sejak mahasiswa saya sudah mengeluarkan buku putih kritikan terhadap kebijakan Widjojo (Nitisastro) saat itu,” jelas RR ketika dijumpai di kediamannya kawasan Bangka, Jakarta Selatan, Senin, (23/4).


Buku putih yang ditulis RR kemudian diterjemahkan ke dalam 9 bahasa oleh Profesor Ben Anderson dari Cornell University.

Buku itu mengkritik Widjojo Nitisastro merupakan ekonom era Soeharto, yang disebut-sebut sebagai Mafia Berkeley dengan kebijakan ekonomi liberalismenya.

Sejak tahun 1967, Orba secara murni telah menerapkan praktik-praktik liberalisme yang sejatinya bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945.

Maka dari itu Gerakan Malari dan Gema 77-78 lahir sebagai respon terhadap kebijakan Orba yang mengarah pada liberalisme.

Perang terhadap liberalisme, kata mantan Menko Ekuin era mendiang Presiden Abdurrahman Wahid ini, terus berlanjut hingga setelah reformasi.

Parahnya, saat ini liberalisme sudah berubah wujud menjadi neoliberalisme yang dampahnya jauh lebih berbahaya.

"SBY itu teman dekat saya, tapi ketika kebijakannya sudah mengarah ke neolib  tetap saya kritik,” terang pria yang pernah menjadi Penasihat Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini.

Begitu pun ketika era Jokowi saat ini, kritikan terhadap neoliberalisme tak pernah surut dilakukan Rizal Ramli.

"Saya akan terus mengkritik neoliberalisme karena ini tidak membuat bangsa ini makmur,” tandas tokoh nasional yang juga pernah menjabat Menko Kemaritiman RI. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya