Berita

Musa Rajekshah/Net

Politik

KPK Independen, Pemeriksaan Ijeck Bukan Intervensi Politik

SENIN, 23 APRIL 2018 | 19:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK terhadap Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah alias Ijeck Shah tidak bisa dikaitkan dengan intervensi politik.

"Itu murni kasus hukum, tidak ada intervensi politik, KPK lembaga independen," ujar Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris, kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/4).

Akhir pekan kemarin, penyidik KPK memeriksa Ijeck bersama ayahnya Anif Shah. Pemeriksaan keduanya dalam rangka pengembangan kasus.


Anif dan Ijeck diduga terlibat suap oleh Gatot kepada anggota DPRD Sumut yang dikenal sebagai "dana ketok palu" pengesahan APBD.
Anif disebut-sebut meminjamkan uangnya sebesar Rp 5 miliar kepada Gatot untuk menyuap anggota DPRD.

Sedangkan Ijeck diduga menggunakan kuasanya terhadap ormas untuk menekan Gatot dan Pemprov Sumut dalam mendapatkan Bansos dari APBD untuk pengembangan Sirkuit Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut.

Dalam kepengurusan IMI, Ijeck menjabat sebagai ketua. Dia juga pengurus DPW Pemuda Pancasila (PP) Sumut. Tetapi kemudian dana bansos tersebut digunakan untuk penggelapan tanah yang dijual oleh trah Shah kepada pengusaha properti asal Hongkong, Mujiyanto.

Tigor mendorong kasus dana bansos dan suap pembatalan hak interpelasi DPRD Sumut harus diusut tuntas oleh KPK. Dia meyakini dalam dua kasus tersebut ada orang yang khusus mendistribusikan uang suap ke anggota dewan. Ia juga yakin Gatot dan istrinya yang telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor, hanya bekerja berdua dalam transaksi suap menyuap tersebut.

"KPK umumkan saja jika memang Ijeck terlibat. Tapi, tidak usah dilakukan penahanan karena dia masih mengikuti proses Pilkada Sumut," tegas Tigor.

Begitu juga sebaliknya. Jika tidak terlibat maka Ijeck berhak memberi penjelasan sehingga publik tahu mana calon pemimpin yang harus dipilih.

"Harus mempertanggungjawabkan ke publik dengan konferensi pers bahwa dia tidak terlibat. Jangan berbohong pada diri sendiri, kasihan masyarakat, kita harus edukasi mereka," tandas Tigor.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya