Berita

Rizal Ramli

Politik

Rizal Ramli: Janjinya Pro Rakyat, Setelah Berkuasa Jadi Neolib Lagi

SENIN, 23 APRIL 2018 | 19:31 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ekonom senior juga bakal calon presiden, Rizal Ramli, menyindir kampanye politik yang memakai cara bagi-bagi uang (money politic) kepada masyarakat.

Rizal mengatakan, salah satu penyebab politikus melakukan money politic adalah mazhab neoliberalisme yang merusak kemandirian Indonesia.

Dia mengambil contoh tiap masa kampanye Pilpres di mana semua calon presiden pasti menjanjikan kebijakan pro rakyat. Nyatanya, setelah terpilih, mereka kembali ke model ekonomi neoliberalisme yang telah dianut Indonesia sejak Orde Baru.


"Setiap kampanye pasti program pro rakyat dan kepentingan nasional yang dijanjikan, tapi setelah berkuasa neolib lagi kebijakannya," kata Rizal  kepada wartawan di kediaman pribadinya, Jalan Bangka IX nomor 49, Jakarta Selatan, Senin (23/4).

Kata Rizal, kenyataan seperti yang diungkapkannya itu bukan cuma terjadi pada era Joko Widodo, tetapi juga di pemerintahan sebelumnya.

"Setelah jadi (presiden), urusannya dengan rakyat terputus, kemudian rakyat tidak lagi cinta. Akhirnya dilanjutkan dengan kampanye yang aneh-aneh dan bagi-bagi uang," singgung Rizal.

Ia terangkan, sistem ekonomi neoliberalisme pasti berdampak pada sistem perpolitikan nasional. Mantan Menko Kemaritiman ini yakin neoliberalisme tidak akan melahirkan kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat banyak.

Ia menyayangkan para elite politik tidak pernah belajar dari kesalahan yang sama. Ditegaskan Rizal, siapapun pemimpin Indonesia di masa depan harus berdiri di atas rel konstitusi, terutama dalam urusan ekonomi.

"Kalau dia berada di rel konstitusi, sudah pasti akan dicintai rakyatnya. Jadi enggak usah kampanye yang aneh-aneh," tegasnya. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya