Berita

Politik

Akademisi: Jokowi Atasi Kemiskinan Dengan Pencitraan Yang Kampungan

SENIN, 23 APRIL 2018 | 18:44 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo gagal memahami bahwa masyarakat Indonesia secara sosiologis memiliki nilai-nilai etik dalam soal memberi dan menerima.

Demikian dikatakan sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun. Ia mengomentari kebiasaan Jokowi melempar bantuan dari dalam mobil kepada masyarakat dalam tiap kunjungannya ke daerah-daerah. Aksi itu kemudian melahirkan sindiran populer "Bantuan Langsung Lempar".

"Jokowi lupa bahwa secara sosiologis masyarakat kita memiliki nilai-nilai etik dalam soal memberi dan menerima. Memberi dengan cara melempar itu berseberangan dengan etik sosial bangsa Indonesia," ujar Ubed kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (23/4).


Menurutnya, kebiasaan buruk Jokowi juga menunjukkan kegagalan konsep dalam cara mengatasi masalah ekonomi rakyat kecil.

"Bantuan langsung lempar itu tidak akan mampu mengatasi kemiskinan rakyat kecil. Itu hanya cara instan yang tidak ada efek ekonomisnya, tetapi hanya memberi efek psikologis dan citra," kritik Ubed.

Dan bila bantuan langsung dari Jokowi tersebut benar-benar menggunakan pos APBN, hal tersebut bisa dinilai sebagai pelanggaran anggaran negara.

"Sebab BLL tidak ada dalam program pemerintah, dalam APBN, nomenklaturnya tidak ada. Jika mengaku ada, itu cara rezim mengada-ngada, menafsirkan nomenklatur anggaran tertentu," tuturnya.

Pembagian bantuan uang tunai dan bahan pokok yang dilakukan Jokowi sebagai incumbent juga tak akan lepas dari tafsiran politik menuju Pilpres 2019.

"Saran saya sebaiknya Jokowi menghentikan BLL dan berhenti melakukan pencitraan yang, maaf, terkesan 'kampungan'," tutup Ubed. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya