Berita

Politik

KPU: Bantuan Langsung Lempar Bisa Jadi Masalah Kalau Jokowi Sudah Capres

SENIN, 23 APRIL 2018 | 16:31 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mau mempersoalkan aksi Presiden Joko Widodo membagikan bantuan kepada masyarakat dalam tiap kunjungan kerjanya ke daerah.

Komisioner KPU, Hasyim Asyari, mengatakan, bagi-bagi bantuan yang dilakukan bakal calon presiden itu tidak bisa dianggap pelanggaran terkait Pemilihan Presiden yang akan diadakan tahun depan.

"Wong dia presiden kok. Mau bantu wartawan beliin kamera juga boleh, wong dia presiden," ujar Hasyim kepada wartawan di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (23/4).


Menurut Hasyim, yang bisa menjadi masalah adalah bila bantuan itu dibagikan Jokowi sesudah berstatus calon presiden melalui penetapan KPU.

"Nah, yang perlu hati-hati itu kalau nanti sudah jadi 'nyalon' dan dia sudah ditetapkan jadi capres. Kalau sekarang kan pendaftaran capres saja belum," ucapnya.

Belakangan ini, aksi Jokowi membagikan "bantuan langsung" kepada masyarakat dalam kunjungan ke daerah menjadi polemik di masyarakat karena dianggap berbau kampanye terselubung menjelang Pilpres. Ditambah lagi, Jokowi terbiasa melemparkan bantuan tersebut dari dalam mobilnya. Ini yang kemudian melahirkan istilah populer "Bantuan Langsung Lempar".

Dari barisan oposisi, Ketua DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule, mempertanyakan penggunaan APBN di balik pengadaan tas yang digunakan dalam aksi "Bantuan Langsung Lempar" yang ditenderkan oleh Kementerian Keuangan dengan menggunakan dana APBN. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya