Berita

Natalius Pigai/Net

Politik

Natalius Pigai: BLT SBY Lebih Bermanfaat Ketimbang Bagi-bagi Sembako Jokowi

SENIN, 23 APRIL 2018 | 15:36 WIB | LAPORAN:

. Tokoh nasional asal Papua Natalius Pigai menilai tidak tepat Presiden Joko Widodo melakukan bagi-bagi sembako dan amplop.

Terbaru, ramai di media sosial, LPSE Kementerian Keuangan melakukan lelang terkait pengadaan tas sembako bantuan Presiden senilai Rp 3 miliar.

"BLT (bantuan langsung tunai) itu harus simultan di seluruh indoesia, saya kira itu justru lebih bermanfaat dari pada bantuan-bantuan dari Presiden kepada masyarakat dengan cara lempar, dengan cara berikan satu bungkus demi bungkus, saya kira itu tidak elok," ujar Natalius Pigai kepada redaksi, Senin (23/4).


Menurut mantan Komisioner Komnas HAM ini, BLT zaman SBY ditolak Jokowi, namun saat ini dilakukan dengan bagi-bagi sembako.

"Dulu kan BLT, Presiden (Jokowi) tidak mau, Presiden tidak laksanakan. Sekarang juga BLT kan? Jadi sangat kontradiktif sekali," sindir Natalius Pigai.

Tidak hanya itu, dia menilai bagi-bagi sembako Jokowi untuk menarik simpati rakyat jelang Pilpres 2019.

Bawaslu sebagai pengawas pemilu juga telah mengingatkan Jokowi untuk berhati-hati, pasalnya momentum pemilu sudah terasa dengan adanya deklarasi dan beberapa calon nama yang diusung. Dengan kata lain menurutnya, Istana tidak mengindahkan warning Bawaslu.

"Bawaslu sudah mengingatkan Istana tidak mau menghentikan program-program semacam itu. Jadi sebenarnya Bawaslu ingatkan, menghentikan membagikan sembako, program yang sudah diprogram sebelumnya, anggaran yang sudah diprogramkan dianggarkan sebelumnya di Sekretariat Negara harusnya dihentikan," tutup Natalius Pigai. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya