Hasil riset Indonesia Indicator (I2) menyebutkan bahwa lima dari 10 tokoh perempuan tervokal (top influence) di media massa dalam satu tahun terakhir adalah sosok menteri perempuan di kabinet Jokowi.
Mereka adalah Menkeu Sri Mulyani, Menlu Retno Marsudi, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menko PMK Puan Maharani dan Menteri BUMN Rini Soemarno.
"Nama Sri Mulyani Indrawati tampil sebagai sosok yang pernyataannya paling banyak dikutip media dalam satu tahun terakhir ini. Sri Mulyani Indrawati merupakan sosok perempuan yang paling mampu membentuk opini publik di media," kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang dalam keterangannya, Senin (23/4).
I2 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang intelijen media, analisis data dan kajian strategis. Riset bertajuk "Perkembangan Sosok Perempuan di Ruang Media 2018, Kajian Analisis Intelijen Media" ini dilakukan sepanjang 1 April 2017 hingga 1 April 2018, dari sekitar 11 juta berita yang diwartakan 3.364 media online berbahasa Indonesia.
Tokoh tervokal kedua ditempati Cagub Jawa Timur Khofifah Indar P. Adapun Retno Marsudi, Susi Pudiastuti, dan Puan Maharani, masing-masing menempati posisi ketiga, keempat dan kelima. Sosok perempuan tervokal berikutnya ditempati Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Menteri BUMN Rini Soemarno, Ibu Negara Iriana Djoko Widodo dan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting.
Yang menarik, menurut Rustika, kelima menteri perempuan di jajaran tokoh tervokal merupakan sosok yang sama pada jajaran tokoh terpegah, sekalipun dengan urutan yang berbeda ditambah dengan sosok Menteri Rini Soemarno yang namanya tidak masuk di dalam jajaran 10 tokoh terpegah.
Baca:
Puan Maharani Kalah Masyhur Dari Ayu Ting Ting"Ini berarti bahwa enam sosok menteri perempuan di kabinet Jokowi merupakan top opinion maker di media sepanjang tahun ini," ujar Rustika.
Rustika menambahkan, Megawati Soekarnoputri tercatat sebagai perempuan opinion maker di media. Posisi yang sama juga terjadi pada Tri Rismaharini.
"Ia tidak saja menjadi kepala daerah perempuan terbanyak diberitakan, namun ia juga merupakan kepala daerah perempuan yang menjadi opinion maker di media," katanya.
[wid]