Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Elektabilitas Jokowi Mestinya Sudah Tersisa 5 Persen

SENIN, 23 APRIL 2018 | 13:37 WIB | LAPORAN:

Elektabilitas Jokowi masih berkutat di angka 30 hingga 40 persen. Padahal setahun lagi Pemilihan Presiden 2019.

"Hampir semua lembaga yang kerjaannya survei saja, tak berani bikin elaktabilitas Jokowi di atas 50 persen. Apalagi setelah melihat berbagai kegagalan pemerintahan Jokowi," sindir Ketua DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule kepada redaksi, Senin (23/4).

Kegagalan ini menurut Iwan bisa dilihat dari proyek infrastruktur yang digembar-gemborkan pemerintahan Jokowi banyak yang ambruk dan diberhentikan. Hampir empat tahun berkuasa, Jokowi tidak bisa menepati janji-janji kampanyenya 2014 silam.


Faktanya janji 10 juta lapangan pekerjaan tak terjadi alias fiktif, malah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok yang dapat kemudahan sehingga membanjiri Indonesia.

Kemudian janji tidak akan impor pangan, ternyata sebaliknya 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand siap masuk ke wilayah Indonesia. Belum lagi kenaikan tarif listrik, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan juga kebutuhan pokok.

Bahkan kini kurs rupiah nyaris menyentuh Rp 14 ribu per dolar AS, jauh melesat dari janji kampanye Jokowi.  

"Angka pertumbuhan yang dijanjikan 7 persen, ternyata hanya bisa dicapai sekitar 5,1 persen dalam tahun 2017 kemarin," paparnya.

Melihat data-data tersebut di atas, menurut Iwan, berbagai survei yang masih menempatkan pemimpin gagal mempunyai elaktibilitas masih di atas 50 persen diabaikan saja.

"Mestinya sudah tersisa lima persen, hilang nolnya," seloroh Iwan.

"Haqqul yakin 2019 kita akan memiliki presiden baru," imbuhnya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya