Berita

Nur Syam/Net

Wawancara

WAWANCARA

Nur Syam: Pelaporan Pak Arteria Ke MKD DPR Itu Sebagai Proses Pembelajaran Buat Semua

SENIN, 23 APRIL 2018 | 10:29 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Agama baru-baru ini secara resmi melapor­kan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR terkait ucapannya yang dinilai tak pantas terhadap Kementerian Agama.

Seperti diketahui, saat rapat kerja Komisi III DPR bersa­ma Kejaksaan Agung, Arteria mengeluarkan umpatan kasar terhadap Kementerian Agama dalam menangani kasus pe­nipuan yang dilakukan oleh pemilik agen haji dan umroh First Travel.

Dalam rapat tersebut, Jaksa Agung HM Prasetyo yang saat itu tanpa sengaja menying­gung kasus First Travel yang saat ini sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Depok, pendapatnya di sela oleh Arteria. "Saya satu komisi satu bulan sa­ma (kasus First Travel) ini, Pak. Ini masalah dapil, Pak. Yang dicari jangan kayak tadi Bapak lakukan inventarisasi, pencega­hannya, Pak. Ini Kementerian Agama (maaf) bangsat, Pak, semuanya, Pak," kata Arteria kepada Prasetyo.


Menanggapi pelaporan Kemenag itu, Arteria Dahlan justru mengaku senang dirinya di­laporkan. Tetapi apakah Kemenag sudah betul-betul memasukkan gugatannya terhadap Arteria Dahlan ke MKD DPR? Kepada Rakyat Merdeka, Sekretaris Jenderal Kemenag, Nur Syam menjelaskan selengkapnya :

Apa benar Kementerian Agama sudah melaporkan ang­gota DPR Arteria Dahlan ke MKD terkait ucapan penghi­naan kepada Kemenag?

Ya karena surat sudah di­layangkan ya kementerian sudah bersikap dengan apa yang diu­capkan oleh pak Arteria.

Apa yang menjadi alasan Kemenag melaporkan Arteria Dahlan Ke MKD DPR?

Ya begini, jadi semua ini kan memang sebuah proses pembe­lajaran kan ya, pelajaran buat kita semua.

Pelajaran seperti apa yang Kemenag maksud?
Kalau misalnya di sana-sini ko­mentar harus dalam konteks yang membangun kebaikan, intinya itu saja. Ya untuk pelajaran kita semua dalam posisi apa pun kita harus memberikan sesuatu yang positif, lebih baik, lebih mem­bangun. Jadi memang menurut saya konteksnya kita (melaporkan Arteria Dahlan ke MKD) ini untuk membangun kebersamaan saja.

Secara spesifik apa tangga­pan Kemenag terhadap uca­pan Arteria Dahlan beberapa waktu lalu itu?
Saya rasa bagi anggota DPR, Pak Arterinya juga punya ka­pasitas berbicara tentang apa dan bagaimana kita melakukan sesuatu, apalagi kita sebagai masyarakat timur, tentu kita harus menjaga ucapan-ucapan kita. Ya seperti itulah.

Di luar laporan kemente­rian Anda terhadap Arteria ke MKD, apakah ada kemung­kinan untuk mengambil jalur mediasi antara Kemenag den­gan Arteria Dahlan sendiri?
Ya saya rasa di dunia harus lebih maksimal ya, tentu ada proses-proses yang harus kita lalui, ya tidak menutup kemungkinan bahwa ada upaya-upaya yang bisa kita bangun untuk saling memahami.

Setelah melaporkan keputu­san seperti apa yang diharapkan Kemenag terhadap Aretria?
Ya nanti dinilai sajalah di MKD, misalnya sikap seperti apa yang harus dibangun untuk ke depannya lagi.

Arteri Dahlan sata melon­tarkan umpatan kasar kepada Kemenag lantaran dipicu lam­bannya penyelesaian kasus penipuan First Travel. Apa tanggapan Kemenag mengenai penilaian tersebut?
Kalau manajemen atau se­bagainya kan kita melakukan itu semua sudah sesuai dengan prosedur yang benar ya. Artinya bahwa untuk melakukan sesuatu mengenai pengawasan itu harus sesuai aturan yang benar.

Lalu bagaimana Kemenag meningkatkan pengawasan terhadap hal tersebut?
Saya rasa sudah ya dilakukan moratorium perizinan baru ya dan telah ditandatangani oleh pak Dirjen mengenai morato­rium tersebut. Jadi selama ini kan mengenai umroh kita sudah melakukan sesuai aturan. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya