Berita

Reza Mustika/Net

X-Files

Terpidana Kasus Korupsi Dicokok Di Rumah Kos

Kabur Setelah Divonis 7,5 Tahun Penjara
SENIN, 23 APRIL 2018 | 10:16 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dalam sepekan, tim intelijen kejaksaan berhasil menciduk dua terpidana kasus korupsi. Selama ini keduanya buron untuk menghindari hukuman.

Reza Mustika diringkus di sebuah rumah kos di kawasan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Bandarlampung, Sabtu pagi.

Reza terpidana kasus korupsi bantuan peningkatan teknologi informatika dan komunikasi (E-Learning) untuk sekolah dasar di Kabupaten Way Kanan, Lampung. "Dia DPO (daftar pencarian orang) Kejaksaan Negeri Way Kanan," kata Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Jan S Maringka.


Penangkapan terhadap Reza dilakukan tim gabunganintelijen Kejaksaan Tinggi Lampung dan Kejaksaan Negeri Bandarlampung. "Pelariannya ternyata tidak jauh. Dia masih di wilayah Lampung,"  kata Jan.

Setelah ditangkap, Reza digir­ing ke Kejati Lampung untukpemeriksaan kesehatan. Selanjutnya, dia dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rajabasa.

Perkara korupsi Reza dipu­tus Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang pada 18 September 2017. Dalam putusan perkara nomor 42/ Pidsus-TPK/2017/PN.TJK, Reza dihukum 7,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Setelah divonis Reza menghilang.

Korupsi yang dilakukan Reza terjadi pada 2014 silam. Proyek peningkatan teknologi informa­tika untuk 38 SD di Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan menelan biaya Rp1,8 miliar. Hasil penyidikan kejaksaan, proyek itu merugikan negara Rp 588,5 juta.

Sementara itu, di Subang, Jawa Barat, tim intelijen kejaksaan menangkap Yaya Sunarya, bekas Sekretaris Kecamatan Blanakan, Subang. Yaya terpidana kasus korupsi distribusi beras untuk orang miskin (raskin).

"Ditangkap pada 18 April 2018. Saat itu dia sedang melayani pembeli gas," kata Direktur Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen Kejaksaan Agung, Yunan Harjaka.

Yaya dicokok di ruko Kampung Karang Cagak RT 07 RW. 03 Desa Cidahu, Kecamatan Pegaden Barat, Subang. "Terpidana ini buron selama 10 tahun," kata bekas Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau itu.

Berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) nomor perkara 951 /Pid.Sus/2008, Yaya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 3 juncto pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Yaya pun dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 337 juta subsider 1 tahun penjara. Setelah ditangkap, Yaya digiring ke Lapas Subang untuk menjalani hukuman itu.

Terungkapnya kasus koru­psi raskin bermula dari adanya tunggakan di delapan desa di Kecamatan Blanakan, Subang pada 2006. Akibat masih ada tunggakan, Bulog Sub Divisi Regional Subang menangguh­kan pendistribusian raskin ke delapan desa itu.

Yaya meminta Taka tersangka lain dalam kasus ini agar mem­berikan dana talangan untuk melunasi tunggakan. Sebagai kompensasinya, Taka mendapat raskin pada penyaluran beri­kutnya dari Bulog. Beras yang seharusnya untuk delapan desa dikirim ke gudang Taka. ***

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Puluhan Banser

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:13

Pramono Setop Izin Baru Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08

Komisi II DPR Dorong Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Pemilu

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:07

Usulan Masyarakat Patungan MBG Dinilai Problematis

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

CELIOS Surati Presiden, Minta Perjanjian Tarif Indonesia-AS Dibatalkan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

Tewasnya El Mencho Disebut-sebut Bagian dari Operasi Senyap Trump Basmi Kartel Meksiko

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:56

Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:49

Emas Antam Loncat Rp40 Ribu Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:44

Gubernur Lemhannas: Potensi Konflik Global Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:39

KSPI Tuduh Perusahaan Gunakan Modus “Dirumahkan” via WhatsApp untuk Hindari THR

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:28

Selengkapnya