Berita

Shinzo Abe/Net

Dunia

Survei: Shinzo Abe Masih Sangat Populer Di Kalangan Bisnis Jepang

SENIN, 23 APRIL 2018 | 09:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Peringkat persetujuan publik utuk Perdana Menteri Jepang mungkin telah jatuh ke rekor terendah menyusul skandal mengenai dugaan kronisme beberapa waktu terakhir. Lebih tepatnya, peringkat dukungan publik Abe telah turun di bawah 30 persen baru-baru ini dan itu adalah angka terendah sejak dia menjabat pada akhir 2012.

Namun jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh Reuters menunjukkan bahwa komunitas bisnis Jepang memiliki pandangan yang jauh lebih positif tentang dirinya.

Dari 223 responden komunitas bisnis Jepang, 73 persen menginginkan Shinzo Abe untuk memenangkan jabatan ketiga, atau tiga tahun sebagai pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa. Hal itu akan membuka jalan baginya untuk melanjutkan sebagai perdana menteri dan menjadi pelayan terlama di Jepang. LDP akan mengadakan pemungutan suara untuk memilih pemimpin partai pada bulan September mendatang.


Tanggapan survei menunjukkan keinginan untuk stabilitas politik dan kurangnya kepercayaan dalam alternatif politik, terutama di antara partai-partai oposisi. Komunitas bisnis Jepang umunya menginginkan kebijakan "Abenomics" Abe untuk dilanjutkan.

"Sebuah negara yang kuat membutuhkan pemerintahan yang kuat. Saya tidak bermaksud bahwa Abe tidak memiliki masalah, tetapi kompetensi politisi lainnya, terutama oposisi, sangat rendah," kata seorang manajer perusahaan karet menulis sebagai tanggapan atas survei tersebut.

"Saya tidak ingin mereka (oposisi) menjalankan negara," tambahnya seperti dimuat Channel News Asia. [mel]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya