Berita

Abraham Samad/Net

Politik

Partai Pemerintah Dan Partai Oposisi Tawarkan Samad Capres Cawapres

SENIN, 23 APRIL 2018 | 06:27 WIB | LAPORAN:

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad belum mau blak-blakan terkait dua partai yang berkomunikasi dengannya terkait tawaran capres maupun cawapres.

Ia hanya melempar kisi-kisi kedua partai tersebut ada dalam koalisi pendukung pemerintah dan koalisi oposisi.

Samad hanya tersenyum saat awak media menanyakan peluangnya untuk mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019.


Menurutnya jika diamanantkan untuk memimpin, hal tersebut bisa saja terjadi.

"Sebagai warga negara Indonesia yang baik, saya siap jika memang diamanahkan, termasuk untuk Wapres atau Presiden. Kita punya kewajiban konstitusional, kita jalankan, semua akan kita jalankan jika itu amanat rakyat," ujarnya kepada wartawan di Rumah Makan Sri Melayu Palembang, Minggu (22/4).

"Semua tidak menutup kemungkinan, itu kewajiban kita jika rakyat meminta," imbuhnya.

Meski mengaku siap, Samad tidak ingin pernyataanya disebut dianggap sebagai deklarasi. Menurutnya, tidaklah mudah untuk menjadi capres maupun cawapres tanpa dukungan partai. Selain dukungan partai, sambung Samad, elektabilitas dalam survei juga menjadi poin penting.

"Saya sadar juga, saya bukan orang parpol dan banyak duit. Jadi kita lihat juga, nanti gimana. Saya tidak punya modal, ada yang bilang (partai) mau jadikan Presiden ada juga yang bilang wakil," ungkapnya.

Samad hadir di Palembang untuk menjadi pemateri anti korupsi. Sejauh ini dirinya sudah berkunjung ke sembilan daerah.

"Palembang adalah kota kesembilan yang saya kunjungi pada safari seminar motivasi yang aktif dilaksanakan," pungkasnya. [nes]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya