Berita

Politik

Negara Didesak Stop Eksploitasi Bumi Oleh Korporasi

MINGGU, 22 APRIL 2018 | 18:13 WIB | LAPORAN:

. Solidaritas Perempuan memperingati Hari Bumi Sedunia dengan menuntut negara menghentikan pengerusakan bumi untuk investasi, industrialisasi, melindungi kearifan dan kedaulatan perempuan dalam mengelola bumi.  

Ketua Badan Eksekutif Solidaritas Perempuan, Puspa Dewy mengungkapkan bahwa perempuan berkaitan erat dengan konteks kehancuran bumi. Keterkaitan itu dapat terjadi karena rusaknya bumi hingga menyebabkan iklim dan tingginya bencana ekologis semakin memiskinkan kaum perempuan.

"Di tengah krisis iklim dan tingginya bencana ekologis yang semakin memiskinkan perempuan, Pemerintah tetap melamggengkan pola pembangunan eksploitatif yang bertumpu pada investasi dan industrialisasi. Sementara pola pengelolaan alam oleh perempuan dan masyarakat yang selama ini menjaga keberlanjutan bumi tidak diakui dan justru dihilangkan," ujarnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (22/4).


Lebih lanjut Puspa mengatakan bahwa negara harus menyelamatkan bumi dari eksploitasi korporasi dan mengembalikan kedaulatan perempuan.

"Penghancuran bumi oleh aktivitas korporasi yang eksploitatif dan merusak ekosisten kehidupan tidak hanya menghasilkan kerusakan lingkungan dan ekologi tetapi juga penghancurab terhadap sistem sosial, budaya dan kearifan lokal perempuan," lanjutnya.

Puspa pun menegaskan bahwa negara harus mengambil tindakan tegas untuk penyelamatan bumi dan kedaulatan negara dengan cara menyelesaikan konflik agraria secara berkeadilan bagi perempuan dan melakukan aksi nyata mengurangi emisi serta industrinya.

"Pengerusakan bumi hanya dapat dilakukan dengan menghentikan koorporasi yang mengeksploitasi bumi, merusak lingkungan dan melanggar HAM. Negara harus menyelesaikan konflik agraria secara berkeadilan bagi perempuan, serta melakukan aksi nyata pengurangan emisi dengan mengurangi industrinya serta mengembalikan kedaulatan pengelolaan sumber daya alam ke tangan negara dan rakyat utamanya perempuan," tukasnya.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya