Berita

Puspa Dewy/RMOL

Politik

80 Persen Perusahaan Merusak Lingkungan

MINGGU, 22 APRIL 2018 | 16:56 WIB | LAPORAN:

Solidaritas Perempuan mengklaim banyak perusahaan yang ada di Indonesia telah melakukan perusakan lingkungan, dua diantaranya akan mereka gugat ke pengadilan.

Ketua Badan Eksekutif Solidaritas Perempuan, Puspa Dewy mengungkapkan bahwa ada 80 persen perusahaan yang diduga melakukan perusakan lingkungan baik perusahaan nasional maupun transnasional.

"Tapi setidaknya kita mengetahui 80 persen perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia itu juga banyak yang mereka melakukan pengerusakan lingkungan saya rasa lebih dari 100 perusahaan-perusahaan di Indonesia mau itu perusahaan multinasional transnasional ya itu yang merusak alam," ujarnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (22/4).


Lebih lanjut Puspa mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan gugatan terhadap PT Perkebunan Nusantara (PTPN) atas tindakan pengerusakan bumi dan perampasan tanah secara sewenang-wenang.

"Kami saat ini juga sedang punya agenda untuk melakukan gugatan terhadap PTPN karna dalam beberapa kasus banyak perusahaan atas nama negara ini itu seperti tidak tersentuh padahal persoalan konflik yang terjadi itu sangat banyak juga melibatkan mereka  diantaranya dua kasus yang kami sedang tangani dan itu nanti kami jadikan sebagai bagian advokasi untuk diajukan ke pengadilan ada PTPN XIV Takalar (Sulawesi Selatan) sama PTPN VII Cinta Manis (Sumatera Selatan)," lanjutnya.

Puspa mengatakan bahwa pihaknya melihat secara fakta, mengumpulkan fakta serta bukti yang memperkuat dahulu sebelum menggugat perusahaan negara yang dibawahi oleh BUMN itu. Namun demikian Puspa menegaskan bahwa yang ingin menggugat PTPN bukanlah pihaknya namun

"Yang menjadi sangat penting bahwa yang mengajukan yang menggugat sebenernya bukan kami sebagai NGO (Non Goverment Organisations) tapi adalah masyarakat yang memang mereka terkena dampak dari ini dan atas kesadarannya mereka," tukasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya