Berita

Andriyani Sanusi dan Tommy Soeharto/Dok

Politik

Poros Maritim Jokowi Jadi Seperti Lautan Kecebong

MINGGU, 22 APRIL 2018 | 14:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Visi poros maritim dunia yang didengungkan oleh Presiden Jokowi sejak tahun 2014 saat ini ibarat lautan kecebong.

"Ini seperti lautan kecebong, di mana di dalamnya penuh dengan orang-orang yang memanfaatkan visi ini untuk kepentingan pribadi," ujar Ketua Umum Maritim Berkarya, Andriyani Sanusi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu(22/4).

Ia menjelaskan yang dimaksudnya kecebong di sini adalah para mafia yang mengejar rente untuk kepentingan sendiri atau kelompoknya. Para mafia itu kini menyebar di hampir setiap instansi yang mengurusi laut.


Pria yang juga menjabat sebagai ketua Pergerakan Pelaut Indonesia itu menyebut ada salah satu ditjen di kementerian.

"Saya tahu betul di sana masih banyak mafia yang memperjualbelikan ijazah pelaut palsu dan mengenakan biaya tinggi setiap urus perizinan," tegas Andry biasa disapa.

Ia yakin hal serupa juga banyak di sektor kemaritiman lainnya seperti pelabuhan, perikanan, pendidikan maritim, bahkan di sektor swasta.

Andry menyayangkan visi sebagus ini harus rusak karena orang-orang yang diamanati mengurus laut hanya bermental pengejar rente.

"Kami sangat mendukung sekali visi poros maritim dunia Pak Jokowi, tetapi sayang oknum pelaksananya tidak becus memegang amanah," tegasnya lagi.

Senada dengan Ketua Dewan Pertimbangan Berkarya Tedjo Edhy, ia juga mendukung upaya untuk mengembalikan UUD 1945 asli.

Sambungnya, Indonesia harus kembali ke jati dirinya sebagai Bangsa Maritim yang kuat lewat pengembalian UUD 1945.

"Karena amandemen inilah visi maritim Jokowi jadi berantakan akhirnya melahirkan para kecebong," cetusnya.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya