Berita

Dunia

Demokrat Gugat Rusia, Kampanye Trump Dan Wikileaks Soal Konspirasi Di Pilpres 2016

SABTU, 21 APRIL 2018 | 08:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Partai Demokrat di Amerika Serikat menggugat Rusia, kampanye Donald Trump dan situs whistle-blowing Wikileaks karena dinilai berkonspirasi Dalam mengganggu pemilihan presiden 2016.

Dokumen yang diajukan di pengadilan menuduh bahwa kampanye Trump "dengan gembira" menerima bantuan Rusia untuk memenangkan pemilihan.

Sementara itu, Trump sendiri berulang kali membantah semua tuduhan soal kolusi dengan Rusia. Bantahan senada juga keluar dari pihak Rusia.


Sementara itu pihak tim kampanye Trump mengatakan gugatan itu tidak berdasar.

"Tuntutan yang sembrono ini adalah upaya terakhir untuk memperkuat tuduhan kolusi Rusia yang tak berdasar oleh Partai Demokrat yang hampir bangkrut yang masih berusaha melawan kehendak rakyat dalam pemilihan presiden 2016," kata pernyataan tim kampanye Presiden Donald J Trump.

Badan-badan intelijen AS sebelumnya menyimpulkan bahwa Moskow telah mencoba untuk mempengaruhi pemilihan tersebut atas dukungan Trump.

Gugatan itu, yang diajukan di sebuah pengadilan federal di Manhattan, menyebut para pembantu senior Trump termasuk menantu laki-lakinya Jared Kushner, ahli strategi Roger Stone dan mantan ketua kampanye Paul Manafort sebagai terdakwa, serta pendiri Wikileaks, Julian Assange.

Ketua Komite Nasional Demokrat Tom Perez mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dugaan peretasan adalah tindakan pengkhianatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan serangan habis-habisan terhadap demokrasi.

The Washington Post
melaporkan bahwa negara-negara asing biasanya memiliki kekebalan dari tuntutan hukum AS, tetapi Demokrat berpendapat aturan itu tidak boleh diterapkan dalam kasus ini karena Rusia melanggar batas pada server pihak swasta. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya