Berita

Foto: Net

Politik

Duet Prabowo-Rizal Ramli Hadang Jokowi Jadi Presiden Lagi

JUMAT, 20 APRIL 2018 | 23:39 WIB | LAPORAN:

Duet Prabowo Subianto dan Rizal Ramli ancaman bagi petahana Presiden Joko Widodo di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Pengamat Politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Jerry Massie menjelaskan, duet tersebut juga bisa menghadang langkah Jokowi menjadi Presiden RI lagi.

"Pasangan yang berbahaya ini bisa menjadi threats bahkan ancaman mematikan bagi Jokowi di pilpres," jelas dia kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat malam (20/4).


Rizal Ramli, menurut Jerry, memang dibutuhkan publik. Sebagai ekonom senior yang pernah menjadi penasehat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rizal Ramli pasti bisa memperbaiki ekonomi Indonesia yang saat ini menukik ke bawah.

"Untuk memperbaiki ekonomi, maka RR menjadi pilihan utama. Dalam dunia sepak bola, RR bagaikan bintang Argentina, Diego Armando Maradona yang mengantar Argentina juara piala dunia 1986," urai dia.

Prabowo juga pasti melihat sepak terjang RR. Di saat, kandidat lain asyik pencitraan, justru RR menyentuh rakyat dengan turun ke lapangan guna mendengarkan aspirasi rakyat.

"Saya optimis Prabowo akan menjatuhkan pilihan pada Rizal. Ataupun keduanya dipasangkan. Penerimaan warga terhadap RR cukup besar," jelasnya.

"Dia pun didukung Sultan Tidore dan semua koleganya, hampir semua petani garam dan tebu Jatim, Ponpes di Aceh, mahasiswa di Bandung sampai LSM dan aktivis Sumut telah menyatakan dukungannya. Dan ini sangat berpengaruh," sambung Jerry.

Terlepas dari itu, Jerry menilai bahwa RR juga bisa dicapreskan oleh Gerindra. Jika hal itu terealisasi, maka atmosfer politik akan berubah.

"Semua ketua partai gencar melobi masing-masing. Kan Prabowo sudah dua kali maju capres nanti bisa jika RR presiden pensehatnya Prabowo," demikian Jerry Massie. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya