Berita

Sinergitas antara Ulama Sumatera Utara dengan Panglima TNI dan Kapolri demi pilkada damai 2018/Ist

Politik

TNI-Polri dan Ulama Sumut Sinergi Wujudkan Pilkada Damai

JUMAT, 20 APRIL 2018 | 22:47 WIB | LAPORAN:

. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersinergi dengan para ulama Sumatera Utara (Sumut), Kamis (19/4).

Dalam pertemuan di Hotel Adimulya Medan itu, ketiga pihak membahas upaya mewujudkan Pilkada damai 2018. Mengingat, wilayah Sumut masuk sebagai salah satu daerah rawan konflik di Pilkada serentak 2018. Baik konflik terkait suku, agama ataupun transmigran (pendatang).

"Panglima TNI mengajak kita semua untuk menciptakan suasana kondusif di tahun politik. Suasana kondusif menurut beliau penting supaya mimpi Indonesia emas dapat benar-benar terwujud," kata Sekjen Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) Hery Haryanto Azumi dalam siaran persnya, Jumat (20/4).


Pada kesempatan itu Kapolri Tito, kata Hery, berharap segala potensi konflik dapat dicegah dalam pilkada. Mantan Kadensu 88 Antiteror itu mangajak ulama untuk turut aktif mendorong terwujudnya pilkada damai.

"Kapolri mengajak para ulama untuk turut aktif mendorong terwujudnya pilkada damai," tutur Hery.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama-MUI Sumut, Dr KH Maratua Simanjuntak, mengapresiasi terselenggaranya silaturrahim tersebut.

Terkait pilkada damai, ia mengatakan bahwa ulama punya tanggung jawab menciptakan pilkada damai.

"Mewujudkan pilkada damai merupakan bagian dari tugas ulama. Karena itu kita mendorong setiap ulama dalam berdakwah membawa kesejukan, bukan permusuhan," katanya.

Hal senada disampaikan Syekh Ali Akbar Marbun, Pemimpin Ponpes Alkautsar. Menurutnya, jalinan silaturrahim antara pemerintah, TNI, Polri dan ulama mesti terus dipelihara.

"Ini pertemuan positif. Perlu terus dipelihara. Kalau semua bersatu maka negara aman. Ulama pertahanan semesta. Menjaga kedaulatan bangsa bagian dari ibadah," timpal Syekh Ali Akbar Marbun.

Tokoh lainnya, Ketua MUI Sumatera Utara, Prof DR H Abdullah Syah MA, mengatakan bahwa silaturrahim antar komponen bangsa perlu terus diperbanyak. Supaya terjalin kedekatan antar semua pihak.

"Ini kegiatan bagus dan positif. Kagiatan seperti ini perlu sering-sering dilakukan, perlu diperbanyak. Supaya antara pemerintah, TNI, Polri, ulama dan masyarakat pada umumnya punya kedekatan," tuturnya

Seperti diketahui, melalui MDHW, Panglima TNI dan Kapolri menggelar silaturrahmi terhadap para ulama di sejumlah titik. Yakni di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya