Berita

Politik

Tokoh PKS Kecam Polisi Yang Alergi #2019GantiPresiden

JUMAT, 20 APRIL 2018 | 19:21 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, mengkritik keras kepolisian yang seakan menjadi alat kekuasaan rezim.

Ia menyoroti kasus di Binjai, Sumatera Utara, di mana kepolisian setempat hendak menyita tenda seorang tukang becak hanya karena berisi tulisan #2019GantiPresiden. (Baca: Tenda Abang Becak Mau Disita Polisi Karena Tulisan #2019GantiPresiden)

"Saya sangat menyayangkan polisi yang justru tidak melaksanakan fungsi dasarnya sebagai pengayom masyarakat," ujar Hidayat di Kantor DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (20/4).


Tindakan kepolisian itu, lanjut Hidayat, akan menimbulkan ketakutan di masyarakat. Apalagi, kampanye #2019GantiPresiden tak masuk kategori pelanggaran berdasarkan keterangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu.

"KPU dan Bawaslu tidak pernah mempermasalahkan tagar #2019GantiPresiden. Bahkan mereka mengatakan itu bukan bagian dari kampanye," tegasnya.

Ia meminta kepada kepolisian untuk kembali kepada tugas pokok dan fungsinya untuk mengayomi dan menjaga keamanan masyarakat.

Perihal pelanggaran kampanye, Hidayat mengingatkan bahwa ranah itu ada di bawah kewenangan KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Kalau penegak hukum terkait dengan pemilu tidak mempermasalahkan, maka polisi seharusnya tidak main mengamankan," ucapnya lagi.

Kasus kepolisian yang ingin menyita tenda becak warga Binjai, Sumatera Utara, hanya karena bertuliskan #2019gantipresiden diungkap pertama kali oleh Ketua DPD PKS Kota Binjai, Fitra Syamsurizal. Ia melayangkan kritik kepada polisi lewat tulisan di akun facebooknya.

"Klaim republik ini sebagai negeri demokratis sepertinya perlu diralat. Kebebasan berpendapat sudah dikekang. Mulut rakyat mulai dibungkam. Seperti yang dialami Supriadi. Abang becak di Cengkeh Turi, Kec. Binjai Utara ini didatangi oknum polisi yang mengaku dari Polres Binjai dan tenda becaknya hendak disita. Apa pasalnya? Karena tenda becaknya bergambarkan tanda pagar #2019gantipresiden," tulis Fitra.

Kepada RMOL Sumut, Fitra mengatakan, apa yang ia sampaikan itu adalah kejadian nyata, bukan hoax. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya