Berita

Gedung DPR/Net

Politik

Fahri Berdoa Gedung DPR Runtuh, Warganet Ramai-Ramai Mengamini

JUMAT, 20 APRIL 2018 | 02:57 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali bikin publik, termasuk di dunia maya, geregetan. Gara-gara anggaran pembangunan gedung baru DPR sebesar Rp 601 miliar tak kunjung cair, Fahri berdoa agar Gedung Nusantara I, yang menjadi kantor DPR, ambruk.

"Bagus sampai jatuh gedung itu, banyak korban. Mungkin itu nanti (baru dibangun gedung baru)," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (19/4).

Fahri terlihat amat kesal dengan tak cairnya dana pembangunan itu. Padahal, dia merasa pembangunan itu amat penting untuk masa depan bangsa dan demokrasi Indonesia.


"Untuk rakyat Indonesia, untuk bangsa Indonesia, untuk masa depan demokrasi kita, enggak dibangun!" ketusnya.

Fahri lalu menjelek-jelekkan kondisi Gedung Nusantara I saat ini. Kata dia, lift gedung sering macet, ruangnya kecil, dan yang lainnya. Dia merasa, ruang kerja anggota DPR saat ini kalah luas dengan ruang kerja camat.

Dia pun menyayangkan sikap Pemerintah yang terus menarik ulur pembangunan gedung baru DPR.

“Enggak mau (membangun) kita kalau belum ada korbannya. Mungkin kalau sudah jatuh korban (baru dibangun). Begitu tadi gedung jatuh, kayak liftnya. Kalau lift itu udah jatuh tiap hari lho, dari 560 anggota itu tidak ada satupun anggota yang enggak pernah kejebak dalam lift. Coba Anda tanya saja itu," cetus politisi asal NTB ini.

Dia kemudian menuding, pembangunan gedung DPR tidak berjalan karena uangnya dipakai buat membiayai pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali, Oktober mendatang.

“Katanya uangnya kepakai untuk pesta IMF di Bali. Saya denger gitu," cetusnya.

Apa punya bukti dana pembangunan gedung DPR dipakai untuk membiayai pertemuan IMF-Bank Dunia? Fahri hanya berasumsi.

“Ya, buktinya kami enggak dikasih. Kami kena fitnahnya udah berkali-kali, buktinya uangnya enggak ada. Tiba-tiba keluar untuk IMF di Bali Rp 1 triliun, for nothing gitu lha," sebut dia.

Pernyataan Fahri ini mengundang emosi para warganet. Mereka kesal dengan sikap nyeleh Fahri. Mereka pun ramai-ramai mengamini pernyataan  itu sambil berharap gedung yang ambruk nanti menimpa Fahri.

"Rakyat mau doain gitu, takut dosa. Syukurlah dia yang ngedoain sendiri. Amiin. Semoga secepatnya ya dan di saat dia, dan lain-lainnya lagi di dalam gedung ambruknya. Nanti kami bikin syukurannya," kicau @yana_setiadi.

Akun @bangsiba langsung menyamber. "Ambruk dan nimpa dia."

Akun @Bsuworo ikut mengamini. "Semoga harapannya terkabul, ambruk, terus nimbun dia," cuitnya.

"Amiin. Semoga para koruptor ketimpa pas gedungnya ambruk," timpal akun @amri14067.

Pemilik akun @djokotri28 yakin, jika doa ini terkabul. Jika gedung itu ambruk dan menimpa Dewan, kata dia, rakyat pasti untung.

"Rakyat Indonesia terselamatkan," sindir dia.

Namun, ada juga yang mengingatkan Fahri. Akun @ianoktalian, misalnya. Dia meminta Fahri berhati-hati dalam berbicara.

"Hati-hati Pak... doa rakyat yang teraniaya yang mengaminkan doa Bapak. Istighfar," kicaunya.

Warganet lain terlihat bingung dengan sikap Fahri. "Kader partai dakwah kok doanya enggak bagus ya,” kisau @cahcopek. Partai dakwah yang dia maksud adalah PKS.

Warganet lain berbicara masalah prioritas anggaran. Akun @DuL_adirahman misalnya. Dia menyebut, anggaran Rp 601 miliar yang diajukan DPR sebaiknya digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Bukan untuk gedung baru DPR.

"Saya tidak perlu anggaran sebesar itu. Lebih baik gunakan untuk infrastruktur  yang lebih penting atau seperti yang selalu dinyinyirkan @fadlizon sama @Fahrihamzah sendiri. Alokasikan untuk rakyat," cuitnya sembari menautkan akun Fahri dan Fadli.

Ada juga yang setuju dengan pembangunan gedung baru DPR. akun @siharstak, misalnya. Namun, selain ganti gedung, dia juga meminta anggota DPR di 2019 diganti.

Ada pun akun @REZAARDHI3 terlihat begitu jengkel.

“Wakil rakyat yang aneh, anggarannya enggak disetujui malahan nyumpahin gedungnya ambruk. Kocak banget dah wakil rakyat sekarang, kerjanya enggak ada tapi gajinya gede banget, sama suka plesir-plesir ke LN alasannya studi banding,” tukasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya