Berita

Mardani-Maruarar/RMOL

Politik

PKS 90 Persen Bersama Gerindra, 10 Persen Bisa Berubah

JUMAT, 20 APRIL 2018 | 00:13 WIB | LAPORAN:

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah berkomitmen untuk bersama dengan Gerindra dalam mencari strategi mengalahkan petahana Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

Penegasan itu sebagaimana disampaikan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera usai pemaparan hasil survei bertajuk “Peta Persepsi Publik Menjelang Pileg dan Pilpres 2019” yang digelar Cyrus Network di D' Consulate Menteng, Jakarta, Kamis (19/4).

Namun demikian, Mardani menyebut bahwa putusan PKS gabung Gerindra itu belum final. Kata dia, masih ada peluan PKS berubah haluan saat pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden mendatang.


"90 persen pasti bersama Gerindra, tetapi 10 persen itu bisa mengubah semuanya. Akan benar-benar pasti pada tanggal 4 hingga 10 Agustus 2019," tukasnya.

Lebih lanjut, Mardani mengakui bahwa mengalahkan petahana Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019 merupakan hal yang sulit.

Apalagi, dalam survei Cyrus Network elektabilitas Jokowi mencapai angka 58,5 persen. Sementara pesaingnya, Prabowo Subianti hanya 21,8 persen, Gatot Nurmantyo 2,0 persen dan Hary Tanoesoedibjo 1,1 persen.

"Kesimpulan sederhana dari survei Cyrus Network adalah Pak Jokowi nggak ada lawan," ujar Mardani.

Namun begitu, Mardani menyebut bahwa sulit bukan berarti dapat disimpulkan tidak mungkin. Seni dalam politik, kata dia adalah bagaimana pemenang pertarungan dapat tersimpan sebagai misteri.

"Esensi demokrasi itu kompetisi yang elegan dan fair, yang kalau sudah ketahuan juaranya itu tidak seru," jelasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya