Berita

Rizal Kobar/Net

Politik

Rizal Kobar: Saya Khawatir Warganet Lepas Kontrol Sebar Hoax

JUMAT, 20 APRIL 2018 | 00:05 WIB | LAPORAN:

Situasi sosial masyarakat kian panas di tahun politik dan pilkada serentak 2018. Oleh karena itu masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan bijak dalam memanfaatkan media sosial (medsos) agar tidak tergelincir dalam perbuatan yang berujung pada permasalahan hukum.
 
"Di tahun politik biasanya perang antar pendukung paslon di medsos sangat panas. Saya khawatir mereka menjadi lepas kontrol dengan terlalu aktif menyebarkan berita-berita hoax. Sehingga berujung pada pelanggaran hukum," kata Ketua Umum Komando Barisan Rakyat (Kobar), Rijal dalam siaran persnya, Kamis (19/4) malam.

Rijal sendiri  sempat terlibat dalam kasus ujaran kebencian Saracen, beberapa waktu lalu. Imbasnya, Rizal pun mendekam di jeruji besi selama lebih dari 6 bulan akibat terlalu bersemangat memposting isu-isu ke medsos. Untuk itu, dirinya berharap masyarakat berpikir lebih jauh sebelum menyebarluaskan isu-isu yang diduga bersifat hoax.
 

 
Mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Perguruan Tingggi (SMPT) Universitas Jayabaya dan aktivis HMI ini berpendapat demokrasi yang tengah berjalan saat ini memang masih banyak kekurangan dan belum berkeadilan.

Namun demikian dia meminta agar masyarakat menyikapinya tetap dengan kepala dingin sehingga tidak tergelincir kepada perbuatan yang merugikan diri sendiri akibat bersentuhan dengan permasalahan hukum.
 
Terkait dengan pelaksanaan pilkada serentak yang menimbulkan suasana panas Rijal meminta baik masyarakat maupun aparat sama-sama menahan diri.

Jika masing-masing pihak mengedepankan egonya dia khawatir akan terjadi benturan. Padahal tidak ada pihak yang diuntungkan jika benturan antar rakyat dan aparat muncul.
 
Rijal sendiri mengapresiasi pemindahan tahanan Abu Bakar Ba’asir oleh pihak kepolisian ke tahanan di Surakarta yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi tensi politik para pengikutnya sehingga suasana menjadi lebih sejuk.
 
"Dalam situasi seperti sekarang ini memang semua pihak harus mengambil langkah pencegahan sebagai upaya mengurangi risiko terjadinya benturan."

Dia menilai beberapa waktu belakangan  terlihat pihak Polri lebih berhati-hati dalam menyikapi ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Jika hal yang sama juga diperlihatkan oleh masyarakat, diharapkan suasana pilkada bisa berlangsung lebih sejuk dan aman. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya