Berita

Prasetyo Edi Marsudi/Net

Politik

PDIP: Yang Sodorkan Ahok Ke Mega Bukan Prabowo, Tapi Djan Faridz

KAMIS, 19 APRIL 2018 | 23:22 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meluruskan klaim Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tentang kemunculan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk dipasangkan oleh Joko Widodo di Pilkada DKI tahun 2012 lalu.

Ia kemudian menceritakan, asal mula kemunculan pasangan Jokowi-Ahok yang jadi penantang pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli di DKI.

"Pada saat itu, PDIP mendukung Foke. Lalu kemudian Demokrat menjadi pemenang pada saat itu dan kemudian Foke loncat ke Demokrat," kisahnya saat menjadi pembicara diskusi yang diadakan oleh Rumah Gerakan 98, di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/4).


Karena sadar yang didukung pindah parpol, PDIP kemudian mengambil sikap untuk mencari calon alternatif lain.

"Pada saat penjaringan ada dua nih, ada Nono Sampono dan Jokowi. Dan Nono loncat menjadi Wagub Alex Nurdin," ujarnya.

Hingga akhirnya, tinggal tersisa Jokowi, lalu datanglah Djan Faridz pada waktu itu menyodorkan nama Ahok kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun, oleh Mega ditolak lantaran namanya yang sangat resistensi di kalangan masyarakat DKI Jakarta yang mayoritas muslim.

"Kemudian disodorkan lagi, ada nih bu Basuki T Purnama," kata Edi menirukan Dzan Faridz saat menyodorkan Ahok dengan menggunakan nama asli ke Megawati.

Meski “tertipu”, Megawati kemudian mengiyakan pencalonan Ahok. Keputusan pada Rakernas PDIP di Bali memutuskan pencalonan Jokowi bersama Basuki T Purnama alias Ahok untuk bertarung di Pilkada DKI.  [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya