Berita

Foto: Istimewa

Politik

Pemimpin Harus Mengakar Kuat Dari Bawah

KAMIS, 19 APRIL 2018 | 21:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Kaderisasi kepemimpinan sangatlah penting untuk melahirkan calon pemimin yang memiliki jiwa negarawan. Sebab pemimpin negarawan hadir melalui kederisasi kepemimpinan.  Yaitu pemmpin yang erdiri kokoh atas ideologi bangsa, yang dibumikan pada persoalan keseharian rakyat.

Begitu dikatakan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat berbicara dalam diskusi panel di Lemhanas, Jakarta (Kamis, 19/4). Selain Hasto, hadir juga sebagai pembicara dalam diskusi tersebut Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno dan tenaga profesional Lemhanas Mayjen TNI (Purn) Albert Inkiriwang.

Hasto menjelaskan, pemimpin negarawan yang hadir bersama rakyat akan memiliki rasa tanggung jawab dan sense of direction terhadap masa depan bangsa Indonesia. Pemimpin negarawan itu pun hanya akan lahir dalam narasi cinta kepada tanah air.


Hasto juga menegaskan, dalam diri seorang pemimpin negarawan ada kemampuan teknokratik untuk menyelesaikan masalah rakyat dan tampil dengan seluruh wisdom kepemimpinan, serta bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

"Ini akan ditandai dengan adanya sense of direction guna mewujudkan cita-cita kolektif bangsa," papar Hasto.

Lebih jauh dipaparkan Hasto bahwa pemimpin negarawan mampu mensintesakan pemahaman terhadap sistem politik, sistem ekonomi, dan landasan kebudayan yang sesuai dengan jati diri bangsanya.

Menurut Hasto, terjadinya krisis kepemimpinan negarawan sendiri adalah akibat dari melunturnya pemahaman ideologi dan kehilangan spirit, disiplin dan keteladanan.

Karena itu, lanjut dia, Negara tentu harus campur tangan untuk memfasilitasi Sekolah Partai sebagai persemaian kader-kader Partai dan sekaligus kader bangsa guna membentuk manusia pejuang yang berjiwa pelopor berdasarkan Pancasila yang lahir pada 1 Juni 1945.

Sebagai partai yang memegang teguh idiologi Pancasila, Hasto mengatakan, PDI Perjuangan secara konsisten menyiapkan pemimpin nasional berkarakter negarawan. Ini dilakuka  melalui proses kelembagaan kepemimpinan yang berjalan secara sistemik.

"Jalan ideologis Pancasila yang dipegang PDI Perjuanhan menempatkan rakyat sebagai dasar dan orientasi kebijakan. Politik punya watak membebaskan, keberpihakan pada Wong Cilik, dan skenario masa depan," jelas Hasto.

Dalam menjalankan proses kaderisasi kepemimpinan, lanjut Hasto, PDI Perjuangan sebagai Partai Ideologi melakukannya dengan sistemik dan berjenjang dari bawah.

"Pemimpin harus mengakar kuat ke bawah, ini syarat mutlak," tegasnya.

Dikatakan Hasto bahwa proses menjadi pemimpin adalah buah pengakuan rakyat atas kerja politiknya. Kepemimpinan negarawanan yang dilahirkan dari Rahim Partai, merupakan proses dialektis, penuh dengan dinamika politik sebagai gemblengan yang harus dilalui oleh pemimpin. [sam]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya