Berita

Politik

Dubes An Kwang Il: Rakyat Kita Sama-sama Menentang Penjajahan

KAMIS, 19 APRIL 2018 | 18:00 WIB | LAPORAN:

Duta Besar Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) An Kwang Il merasa mendapat kehormatan besar karena hal sederhana yang diterimanya hari ini.

Oleh pihak Universitas Bung Karno (UBK), ia diberi mandat memberikan kuliah umum di Aula Dr. Ir. Soekarno, Jakarta Pusat dengan tema "Persahabatan Rakyat Indonesia-Korea dan Sejarah Bunga Kimilsungia".

Ia ungkapkan, memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa dan mahasiswi Universitas Bung Karno Jakarta adalah kehormatan bagi dirinya. Kuliah umum yang ia berikan dihadiri juga oleh pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno yang juga putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri.


"Hari ini saya mengambil kehormatan memberi kuliah umum tentang sejarah persahabatan rakyat Korea dan Indonesia," ujarnya.

Dirinya berbagi cerita tentang hubungan persahabatan kedua negara yang terjalin sejak pertemuan Presiden pertama Indonesia, Soekarno, dan Pemimpin Korut, Kim Il Sung, di tahun 1965.

"Kunjungannya (Kim Il Sung) pada 10-20 April 1965 adalah peristiwa sejarah bagi hubungan persahabatan kedua negara kita, dan Indonesia adalah negara tunggal di mana kedua pemimpin kita berkunjung bersama," tandasnya.

An Kwang Il melanjutkan, meski sudah berlangsung lebih dari separuh abad, hubungan kekeluargaan Korea dan Indonesia tetap berlanjut baik di tengah perubahan situasi dunia yang rumit.

"Korea dan Indonesia memang punya perasaan akrab sebelum menjalin hubungan bisnis. Ini disebabkan karena kedua rakyat kita sama-sama membagi perasaan sangat bebas, menentang penjajahan dan semangat cinta terhadap negara sendiri," tuturnya.

Soekarno bersahabat dekat dengan Kim Il Sung, yang merupakan pendiri Republik Rakyat Demokratik Korea sekaligus kakek dari pemimpin sekarang, Kim Jong Un.

Kunjungan Bung Karno ke Korea Utara pada November 1964 dibalas Presiden Kim Il Sung pada tahun 1965. Saat kunjungan balasan Kim Il Sung, Bung Karno memberikan bibit Anggrek di Kebun Raya Bogor, 13 April 1965. Bung Karno meminta agar bunga itu dinamai Kimilsungia.

Hingga kini, pemerintah Korea Utara menggelar pameran Kimilsungia setiap bulan April, yang puncaknya pada tanggal 15 April, yaitu hari kelahiran Kim Il Sung. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya