Berita

Foto/RMOL

Politik

KPK Masih Kaji Pelarangan Mantan Koruptor Nyaleg

KAMIS, 19 APRIL 2018 | 16:29 WIB | LAPORAN:

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menaruh perhatian khusus terhadap gagasan pelarangan mantan narapidana kasus korupsi maju sebagai calon anggota legislatif.

Hal itu sebagaimana yang diungkapkan Anggota Satgas Politik Kedeputian Bidang Pencegahan KPK, Dani Rustandi. Pasalnya menurut dia, sejak awal KPK dibentuk, sangat banyak politisi yang terjerat kasus korupsi.

"Sepanjang 2004 hingga Desember 2017, setidaknya ada 144 kasus yang terkait dengan korupsi oleh DPR dan DPRD, kemudian 71 perkara melibatkan walikota/ bupati, 18 gubernur," ungkapnya dalam diskusi 'Mantan Terpidana Korupsi dan Pencalonan Legislatif 2019' di bilangan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (19/4).


Gagasan pelarangan mantan napi kasus korupsi yang maju sebagai calon anggota legislatif menjadi kajian komisi antirasuah karena pada dasarnya, masyarakat Indonesia sangatlah permisif dengan perilaku koruptif.

"Hasil survei LSI, masyarakat Indonesia cenderung toleran terhadap koruptor. 3 dari 2 orang di Indonesia beranggapan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) hal lumrah," bebernya.

Belakangan, KPU mewacanakan pembuatan Peraturan KPU (KPU) yang mengatur soal pelarangan mantan narapidana korupsi maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya