Berita

Jazilul Fawaid/Net

Politik

Fraksi PKB: OKI Harus Bersatu Sikapi Kebiadaban Trump Atas Suriah

KAMIS, 19 APRIL 2018 | 15:15 WIB | LAPORAN:

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR mengecam tindakan brutal Presiden AS Donald Trump dan sekutunya, karena telah membabi-buta mengembom Suriah (ash-sham).

Padahal, senjata kimia yang dituduhkan AS pada Bashar al-Assad itu belum terbukti.

"FPKB mengutuk keras dan mengecam tindakan biadab Donald Trump atas Suriah, sehingga bangunan di kota itu luluh lantak oleh lebih dari 105 Rudal Tomahawak bersama Inggris dan Perancis," kata Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid dalam keterangannya, Kamis (19/4).


Karena itu FPKB menyerukan Organisasi Konferesi Islam (OKI) untuk bersatu melawan tindakan brutal Donald Trump tersebut, demi persatuan dan keamanan dunia Islam khususnya, dan ketentraman dunia internasional.

"Jadi, OKI harus bersatu menyikapi kebiadaban Donald Trump, yang dengan sengaja menghancurkan Suriah sebagai negara yang ‘diberkati’ di mana Masjid Al Aqsha berada," ujar ketua Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Ilmu al-Quran itu.

Apalagi tindakan biadab Donald Trump tersebut menurut Jazilul, berarti mendukung tindakan teroris dan merusak perang melawan terorisme dunia internasional. Padahal, langkah Presiden Suriah, Bashar al-Assad untuk melawan pemberontak (ISIS) di negaranya sendiri.

Dengan demikian pengeboman itu sama dengan agresi AS terhadap Suriah.

Untuk itu, menurut dia, selain OKI, PBB juga harus bersikap tegas pada tindakan sewenang-wenang Donald Trump, yang justru mencederai kemanusiaan dengan alasan senjata kimia.

Serangan rudal AS itu diarahkan ke Khan Sheikhun, Provinsi Idlib yang menewaskan lebih dari 80 orang. Termasuk puluhan anak-anak.

Pangkalan udara Shayrat dipilih sebagai target serangan AS karena pangkalan udara itu diduga sebagai asal pesawat yang menjatuhkan bom-bom kimia di Khan Sheikhun.

Suriah telah banyak menghasilkan pendekar-pendekar hebat (As-Sultan Nurrudin) dan para martir (ash-Syaikh Abdullah al Azzam) serta nabi Isa as turun di Damaskus dan memiliki ibu kota Baytul Muqadas. Dan Suriah adalah tempat berkumpul pada hari kiamat.

Damaskus pernah kembali menjadi pusat pemerintahan pada masa Sultan Salah ad-Din Yusuf bin Ayyud atau yang biasa disebut Salahuddin al-Ayyubi (1137-1193). Pada masa inilah Damaskus mencapai puncak kejayaannya.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya