Berita

Ustaz Tengku Zulkarnaen/Net

Politik

Seorang Ustaz Bandingin Biaya Makan Di Zaman SBY & Jokowi

Twitnya Bikin Heboh Dunia Maya
KAMIS, 19 APRIL 2018 | 10:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Twitan Ustaz Tengku Zulkarnaen membuat heboh dunia maya. Dia memposting perbandingan ekonomi masyarakat seperti biaya makan di zaman Presiden SBY dan Presiden Jokowi. Perang komentar pun tidak terhindarkan. Bahkan, ada yang ny­inyir.

 Dalam akun twitternya @ustadtengku­zul mempublis tentang situasi dan kondisi ekonomi masyarakat yang kian susah. Dia membandingkan kepemimpinan SBY dengan Jokowi dalam hal ekonomi.

Zaman SBY biaya makan sekeluarga dalam sehari cukup Rp 50.000. Zaman sekarang Rp 120.000 sampai dengan Rp 150.000 baru cukup. Gaji PNS sudah 4 tahun tidak naik. Kasihan nasib rakyat yang gajinya rata-rata dua juta sampai deng 3 juta. Mumet mereka. Mungkin mereka berdoa :"Oh, lamanya bulan April 2019 tiba..."


Rupanya, komentar ustaz yang sering menggunakan udeng-udeng itu bikin ramai warganet. Akun Hansip Sosmed @Binar66 mengatakan, dengan gaji Rp 3 juta cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Gaji saya cuma Rp 3 juta tapi saya enak-enak ajah. Saya syukuri dan cukup-cukup ajah. Saya bisa beli motor nabung dikit-dikit.. Sejatinya adalah nikmatnya hidup dengan bersyukur," cibir akun hansip.

Komentar tersebut, langsung dibalas oleh tengkuzulkarnain @ustadtengkuzul yang menjabarkan kebutuhan sehari-hari. "Gaji Rp 3 juta. Kontrak rumah 1.2 juta. Makan irit sehari 50 ribu. Ongkos ke kantor 300 ribu. Habis deh... Pepsoden, sabun mandi, listrik, sampo, listrik, air, lu bayar pake apa, dul? Kredit motor 500 ribu. Haha... Coba lu hitung yang jujur!" balas ustad Zulkarnaen.

Akun H Rudy @RajaMandiri70 ikut membalas komentar ustadz Zul. "Mungkin dia punya penghasilan sampingan ustadz.. Jadi buzzer misalnya," dukungnya. "Makanya, kerja yang bener... Jangan cuma demo teriak-teriak gak jelas... Masa uztad kalah kakek tua narik becak, tapi tidak pernah ngeluh," kritik akun Irfan Nur Herman @IPJOirfan.

Akun Abadi @nanda_rizki4 ikut nimbrung. "Nenek bilang yang mahal gaya hidup, bukan biaya hidup yai."

Komentar nyinyir dilontarkan akun Menara Land@MungBisoNyawang. Dia bilang, sudah disebut ustadz kok malah gak percaya dengan rezeki yang Allah berikan pada setiap makhluknya. Lebih baik topeng ustadz lho taruh aja dulu.

Akun @Mazgunrengdisah dalam komentar di twitter juga menyindir ustadz Zulkarnaen. Dia mengatakan, cuma zaman sekarang, se­orang yang katanya ustad atau ulama kerjanya nyinyiran terus.

"Pak ustad, anda itu ustad, dalam agama ada diajarkan soal bersyukur dan hidup sederhana jangan hanya karna ada benci Jokowi, ngomon­gan anda seperti ini. Saya karyawan swasta gaji Rp 3 juta, bisa menghidupi keluarga saya, me­mang pas-pasan tapi alhamdulillah kami masih bisa makan," timpal akun @kakilangit20.

Meski banyak yang mencibir dan meng­kritik, ada juga yang memberikan dukungan karena memang situasi ekonomi membu­ruk. Pengakuan itu diutarakan oleh akun @ rochmanabdul43. "Hahahaha... Bener banget ustadz... Biayanya sangat mahal hidup di era sekarang," akunya.

Lebih detail, akun mas arie 89 @mas_arie89 mengakui jika harga beras mahal, gula mahal, listrik mahal, BBMmahal.... Masak disebut gaya hidup, itu bahan kebutuhan pokok untuk bertahan hidup bukan gaya hidup."

Sependapat akun Si Neng! @intanquinn membenarkan jika rakyat sedang susah. "Bener banget tuh tadz. Saya tiap belanja apapun tanya tentang rezim sekarang, dijawab mereka makin susah terutama soal listrik dan BBM. Makanya saya anjurin #2019Gan­tiPresiden huehuehu."

Dukungan juga dilontarkan akun djchon @ djchon85. "Benar sekali pak ustadz, di daerah saya mayoritas petani karet & Alhamdulillah masyarakat di daerah saya hidup makmur sebelum Jokowi jadi presiden. Sejak Jokowi jadi presiden sampai hari ini harga karet sangat anjlok, petani banyak mengeluh karena harga karet murah."

Pengakuan yang sama juga dilontarkan akun Azhar Matang @AzharMatang. "Setuju Ustaz..! Karena harga-harga barang yang tidak mau kompromi makanya imbasnya uang 50 ribu kalo ke pasar harus lihat kiri kanan..! Miris banget situasi ekonomi negeri ini..! Mau 2 periode..!! Sorry ya."

Akun avir @arisyuhelvad bilang banyak yang merasa begitu. Cepetlah pemerintahan sekarang berlalu karena banyak susah dari­pada senang.

Warga dengan akun @JayaSatrianie juga membenarkan komentar ustadz Zulkarnaen. "Bener bingit kyai @ustadtengkuzul, jaman SBY bayar listrik 100 ribu-150 ribu, sekarang 400 ribu/bulan.. Itupun udah mepet! Memang bedebah nih Dil'aun!."

Lebih jauh akun budisantoso @budis­an10570977 membandingkan dengan kepemimpi­nan Soeharto yang dianggap sejahtera. "Jaman pak Harto semua serba gratis. bapak saya yang bayari fasilitas ku. Wkwkwkk."   ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya