Berita

Cak Imin-Rommy/Net

Politik

Gara-Gara Cawapres Jokowi, PKB Dan PPP Saling Sindir

KAMIS, 19 APRIL 2018 | 01:51 WIB | LAPORAN:

Gara-gara masalah cawapres, hubungan PKB dan PPP menjadi panas. Dua parpol koalisi Jokowi ini saling sindir dan saling serang.

Perselisihan ini berawal dari sikap sinis PPP terhadap deklarasi Ketum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Jokowi lewat “Join” (Jokowi-Imin).

Wasekjen PPP Achmad Baidowi, Kamis pekan lalu, memprotes deklarasi itu. Alasannya, PKB belum konkret memutuskan mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Dia pun menuding Cak Imin, sapaan Muhaimin, memaksakan Jokowi untuk meminangnya sebagai cawapres.


Mendengar hal ini, PKB membalas. Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid menyebut, langkah politik Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy tak diimbangi dengan penyampaian ide dan gagasan, terutama seputar isu ke-Islaman. Rommy tidak bicara mengenai isu terkait pandangan Islam terhadap negara, atau tokoh-tokoh Islam saat ini.

"Setahu saya, Pak Rommy hanya selfie-selfie bersama Presiden,” sindir Jazilul, Rabu (18/4).

Jazilul pun menuding, manuver Rommy mendekati untuk Jokowi hanya demi menyelamatkan eksistensi partai yang digawanginya.

“Kalau enggak, bubar itu PPP. Langkah yang dilakukan Pak Rommy hari ini supaya tidak bubar di 2019,” tudingnya.

Dia kemudian mengingatkan, sebelum PPP bergabung dalam koalisi Jokowi, PKB telah lebih dulu ada bersama PDIP, Nasdem, dan Hanura.

Keempat partai itu adalah koalisi yang memenangkan Jokowi pada Pilpres 2014.

"PPP kan belakangan. Namanya orang belakangan, ikut yang di depan. Kan gitu. Tapi, kami menghargai itu," sindirnya lagi.

Anggota Komisi III DPR itu kemudian menyebut bahwa PPP belum memberikan kontribusi terhadap pemerintahan Jokowi. Kehadiran Lukman Hakim Saifuddin sebagai Menteri Agama yang merupakan kader PPP, tidak banyak membantu.

"Di tengah terpaan isu Jokowi tidak membela Islam, Menag yang notabanenya sebagai bagian dari Pemerintah, tidak memberikan perhatian kepada pemberdayaan umat, bahkan tergolong abai," cetus Jazilul.

Jazilul lantas menuding Romny telah mencontek program PKB.

"Satu-satunya yang tidak berani dicontek, ya deklarasi cawapres," sindirnya lagi.

Dia merasa, Rommy juga ngebet untuk menjadi cawapres Jokowi. Hanya saja, Rommy masih malu-malu kucing.

"Kalau memang mau menjadi (cawapres), katakan saja. Sampaikan saja. PKB juga ikut apresiasi. Kami juga memberikan apresiasi. Enggak usah malu-malu, harus diungkapkan," ujarnya.

Tak sampai di situ, Jazilul lalu menyebut Rommy sebagai sosok yang tak pede alias percaya diri. Makanya, Rommy hanya bisa promisi di luar, tanpa berani mengajukan diri ke Jokowi.

"Enggak berani Pak Rommy, pasti. Sebagai anak muda, sebaiknya berani ya," tandasnya.

Mendengar ini, Sekjen PPP Arsul Sani panas. Dia sangat tidak terima dengan prediksi PPP akan bubar. Dia pun meminta Jazilul fokus mengurusi pencalonan Imin ketimbang mengurusi PPP.

"Pak Jazilul kayak dukun saja, yang bisa memprediksi bubar atau tidak itu suatu partai itu. Pak Jazilul mending fokus perjuangan Cak Imin lah," sergahnya di Gedung DPR, Rabu (18/4).

Anggota Komisi III DPR ini kemudian membalas dengan menyebut PKB harus bersiap-siap jika Imin ditolak Jokowi.

"Daripada susah-susah memprediksi PPP, mending dia menyiapkan diri untuk gembira atau menyiapkan diri untuk bersedih hati," ledeknya.

"Kata Cak Imin kan, kalau enggak dipilih Jokowi, patah hati. Yang penting, kalau patah hati jangan lama-lama," sambungnya.

Arsul juga balik mempertanyakan kontribusi PKB terhadap pemerintahan. Dia menuding, walau punya banyak menteri, kinerja PKB di kabinet jeblok.

"Menterinya mana sih yang ada di 10 besar? Menteri terbaik dari PKB kan enggak ada. Jadi, kalau bicara kontribusi, suruh bercermin dulu, kontribusinya PKB apa ke pemerintahan. Gitu saja," sindirnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya