Berita

Diskusi MOSAIC/Net

Nusantara

Kurangi Risiko Bencana, BMKG Luncurkan Program MOSAIC

RABU, 18 APRIL 2018 | 01:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Demi rangka mengurangi risiko bencana dan memberikan pemahaman kepada masayarakat terkait penanggulangan bencana, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membuat program Masyarakat Indonesia Sadar Iklim dan Cuaca (MOSAIC).

Kepala BMKG Dwikorita menjelaskan bahwa MOSAIC dibuat dengan melihat kondisi Indonesia secara historis sebagai negara yang memiliki potensi bencana hidrometeorologi yang sangat tinggi. Bencana alam yang kerap terjadi itu di antaranya banjir, tanah longsor, gelombang tinggi, kekeringan, hingga kebakaran hutan.

"Masyarakat harus sigap terhadap berbagai ancaman dari bencana alam. Dengan melihat berbagai potensi bencana alam tersebut maka BMKG membuat program MOSAIC ini untuk membantu masyarakat," ujarnya saat meluncurkan program MOSAIC di Yogyakarta, Selasa (17/4).


Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih sebagai fokus inisiasi awal dari program MOSAIC yang dibuat oleh BMKG. Alasan dari dipilihnya Jogja, karena berdasarkan dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2017 kerusakan akibat bencana di daerah ini tercatat mencapai 47.442 rumah rusak, 1.272 fasilitas pendidikan rusak, 3.5 juta jiwa mengungsi, dan 377 jiwa meninggal dunia.

"Jogja dipilih sebagai inisiasi awal dari MOSAIC yang dibuat BMKG, karena melihat dari pengalaman yang ada juga bantuan pemikiran dari relawan mengenai inspirasi dan inovasi untuk menanggulangi bencana yang terjadi di Indonesia, terutama di wilayah Jogja," ungkap Dwikorita.

Untuk tahap awal, program ini akan diikuti oleh 43 peserta dari beragam kelompok relawan, mahasiswa, pramuka dan tagana di Jogja.

Diharapkan program MOSAIC ini dapat menjadi contoh bagi berbagai wilayah lain di Indonesia dengan tujuan untuk keberlanjutan ambassador kebencanaan hidrometeorologi yang siap, tanggap, dan memahami bagaimana informasi peringatan dini BMKG mengenai bencana.

"Sehingga nantinya memunculkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana dari cuaca maupun iklim ekstrem di Indonesia." tukasnya. [ian]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya