Berita

Politik

Ketum Persis: Semoga Pak Rizal Jadi Pemimpin Nasional

SENIN, 16 APRIL 2018 | 14:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dukungan kepada ekonom senior Dr Rizal Ramli untuk menjadi pemimpin nasional mengalir dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) KH Aceng Zakaria yang disampaikan di sela pertemuan dengan Rizal pada akhir pakan lalu.

Rizal hadir ke Kantor PP Persis di Kota Bandung, Jawa Barat untuk mengikuti peluncuran Baitut Tamwil Barkah Umat, salah satu unit yang dikelola oleh Majelis Ekonomi PP Persis.

Kiai Aceng mengatakan ada beberapa pertimbangan mengapa Rizal Ramli menjadi pemimpin nasional. Selain memiliki pengalaman dan terobosan di bidang ekonomi yang telah teruji, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur itu juga konsisten dalam komitmennya untuk membangun Indonesia yang lebih baik.


Dia tidak menutup fakta, Rizal memang kerap melontarkan kritik pedas terhadap pemerintahan. Tetapi, ia meyakini, kritik-kritik tersebut justru merupakan bagian dari kecintaannya terhadap Indonesia. Menurutnya, dalam setiap kritik yang dilontarkan, Rizal selalu menyertainya dengan solusi dan sikap optimistis.

"Itu yang membuat kita optimistis. Pak Rizal juga selalu menyampaikan kepada kita untuk kerja keras dan usaha keras. InsyaAllah kita dapat bersama-sama membangun Indonesia," ujarnya.

Ditambahkan, selama ini Rizal telah menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat kecil, antara lain melalui ide dan gagasannya sejak pemerintahan Soeharto. Misal, semasa menjadi peneliti senior di Center for Policy and Implementation Studies (CPIS), Rizal bersama Tim Harvard melakukan reformasi terhadap 3.600 BRI Unit Desa.

Hasilnya, para petani dan masyarakat kecil memperoleh kemudahan kredit melalui program Kupedes. Masyarakat juga memiliki tabungan dengan nama Simpedes.

"Terobosan yang dilakukan Pak Rizal inilah yang memotivasi kami. Semoga Pak Rizal berkesempatan menjadi pemimpin nasional, sehingga dapat mengimplementasikan ide dan gagasan yang kita yakini dapat membawa kemajuan," ujar Kiai Aceng.

Dukungan terbuka kepada Rizal juga disampaikan Kepala Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Cakra Buana PDIP DKI Jakarta, Kadiman Sutedy. Yongki, sapaan karib Kadiman, bahkan tidak ragu menyebut pemikiran Rizal selaras dengan Bung Karno.

"Semasa menjabat di pemerintahan, dia konsisten menjalankan konsep Trisaksi yang diajarkan Bapak Pendiri Bangsa itu. Kini, saatnya Rizal kita beri kepercayaan untuk memimpin Indonesia," kata Yongki, di Pondok Pesantren Raudlatul Muta'alimin, Tasikmalaya, Sabtu malam.

Pandangan Yongki menarik. Sebab, Cakra Buana merupakan organisasi yang berada di bawah naungan PDIP. Yongki mencatat, ketika Rizal menjabat, tak satu pun ajaran Bung Karno tentang Trisakti yang melenceng. Misal, soal berdaulat di bidang politik, Rizallah yang mengubah nama Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara. Sedangkan di bidang ekonomi, Rizal konsisten melawan neoliberalisme, yakni konsep pembangunan ekonomi melalui utang.

Sebagai bentuk dukungan kepada Rizal, ratusan anggota Satgas Nasional Cakra Buana melakukan pengawalan khusus saat ekonom tersebut mengikuti rangkaian kegiatan di Bandung dan Tasikmalaya, Sabtu. Menurut Yongki, pengawalan terhadap Rizal merupakan bentuk apresiasi dari kader PDIP yang bergabung dalam Cakra Buana.

"Sebenarnya, pengawalan yang kami lakukan terhadap Pak Rizal tidaklah cukup untuk membalas jasa-jasanya terhadap masyarakat Indonesia," lanjutnya.   

Dengan jasa-jasa dan terobosan semasa menjabat, Yongki berpendapat, Rizal harus diberi kesempatan untuk memimpin Indonesia.

"Berkat pemikirannya, terutama di bidang ekonomi, Pak Rizal selalu menjadi penasihat Presiden. Tetapi hanya sedikit nasihatnya yang diimplementasikan penguasa. Padahal, semua ide dan gagasannya selaras dengan pemikiran Soekarno," tutup Yongki. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya