Daniel Ricciardo sukses jadi juara seri F1 2018 di GP China kemarin. Kerja keras pebalap Red Bull itu di Shanghai pun terbayar.
Ricciardo menjalani peÂkan yang sulit di GP China. Menjelang sesi kualifikasi, driver asal Australia itu bahkan sempat mengalami kerusakan mesin.
Tapi akhirnya Ricciardo bisa melesat dan mendapat posisi keenam untuk start di Sirkuit Shanghai, kemarin. Di awal perlombaan, ia pun sempat tertÂinggal dari Sebastian Vettel dan Valtteri Bottas.
Usai mengganti ban di pertenÂgahan lomba, momen Ricciardo datang. Usai Max Verstappen melebar karena gagal menyalip Hamilton, dia pun melesat dan berturut-turut menyalip Vettel dan Bottas dan mempertahankan posisi pertamanya hingga finis. Itu menjadi kemenangan keeÂnam Ricciardo selama kariernya di Formula 1.
Usai race, Ricciardo pun senang bisa memenangi balapan di pekan yang sulit. Ia pun mengucapkan terima kasih ke mekaniknya yang dinilai telah bekerja luar biasa di Shanghai.
"Saya tidak tahu apa itu, tapi sepertinya saya tidak akan memeÂnangi balapan yang membosankÂan. Semuanya sangat menyenangÂkan. Itu tidak terduga. 24 jam yang lalu saya pikir kami akan start dari grid terakhir. Jadi pertama, saya ucapkan terima kasih kepada tim, saya sudah mengucapkan terima kasih kemarin, ini benar-benar hadiah untuk pekerjaan itu. Para mekanik telah bekerja mati-matÂian," kata Ricciardo seperti dikutip dari
Crash.
"Itu balapan yang sangat sibuk. Saya mendengar kami dikawal
safety car [ketika berada di] turn 14 dan diberitahu kami akan beÂrada di posisi beruntun saat masuk ke pit. Itu terjadi sangat cepat dan sangat menentukan. Itu merupaÂkan pergerakan yang menentukan kemenangan, jadi terima kasih banyak kepada semua orang di Red Bull," tegasnya.
Kemenangan membuat Ricciardo menempati peringkat empat klasemen pebalap denÂgan raihan 37 poin dari tiga seri. Sementara Vettel, yang finis ketujuh di China, masih memimpin dengan 54 poin, disÂusul Lewis Hamilton (45), dan Bottas (40). ***