Berita

Drajad Wibowo/Net

Politik

Amien Rais Mau Dilaporkan Ke Polisi, PAN Nasehati Cyber Indonesia Untuk Teliti

SENIN, 16 APRIL 2018 | 09:18 WIB | LAPORAN:

Rencana tim Cyber Indonesia melaporkan Amien Rais ke Polda Metro Jaya dipandang tanpa dasar.

Anggota Dewan Kehormatan (Wanhor) Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo kembali menegaskan, ucapan Amien Rais sama sama sekali tidak mendikotomikan partai-partai di Indonesia ke dalam Partai Allah vs Partai Setan.

"Bahkan setelah selesai taushiyah ba’da salat subuh tersebut, ketika ditanya lebih lanjut, Pak Amien menjawab: Saya enggak katakan begitu," ulas Drajad mengutip ucapan Amien Rais kepada wartawan.


Pernyataan itu dilontarkan Amien Rais usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4) pekan lalu.

Drajad menjelaskan, bukan partai yang dimaksud Amien Rais melainkan cara berpikir untuk Allah dan yang diikuti setan. "Gelombang pro setan merugi, gelombang besar yang didikte kehendak Allah pasti menang," terang Drajad.

Drajat menambahkan, rujukan Amien Rais adalah kata hizballaah yang lawannya hizbasy-syaithon. Dua kata ini dalam konteks tauhid Islam sesuai Alquran.

"Mereka yang rajin membaca Alquran akan mudah sekali memahami isi taushiyah Pak Amien tersebut. Karena, hizbullah dan hizbusy-syaithon itu memang bahasa Alquran," terang Drajad lebih lanjut.

Dengan penjelasan ini, menurut dia, sama sekali tidak ada dasar bagi siapapun untuk melaporkan Amien Rais ke kepolisian atas tuduhan apapun terkait taushiyahnya.

"Saya yakin, jika bertindak profesional dan cermat, pihak Polri (khususnya Polda Metro Jaya) akan berpandangan sama," tegasnya.

Drajad pun menasihati pihak yang melaporkan Amien Rais, dalam hal ini Cyber Indonesia, untuk mencermati fakta hukumnya dengan teliti.

"Jangan sampai anda menafsirkan ucapan Pak Amien terlalu jauh, sehingga malah memfitnah Pak Amien. Itu yang justru melanggar hukum," imbuhnya.

PAN sendiri, lanjut Drajad, untuk sementara masih melihat perkembangannya. "Tapi kami tidak menutup kemungkinan untuk melakukan langkah hukum balasan," tukas Drajad.[wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya