Berita

Amien Rais/Net

Politik

Politisi Gerindra Bela Ucapan Amien Rais

SENIN, 16 APRIL 2018 | 07:51 WIB | LAPORAN:

Amien Rais hanya menyampaikan sesuai yang ada di dalam kitab suci agama Islam, Alquran.

Demikian pembelaan politisi Gerindra, Sodik Muhajid menanggapi polemik dikotomi 'partai Allah' dan 'partai Setan' yang dilontarkan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada pekan lalu.

"Apa yang disampaikan oleh Amien Rais itu 100 persen adalah konsep dalam Alquran," kata Sodik kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (15/4).


Ia tidak melihat adanya kaitan dengan politik praktis di Indonesia. Justru, lanjut Sodik, penjelasan Amien Rais mengisyaratkan ada kelompok-kelompok penganjur kebajikan, penganjur keadilan, penganjur kedamaian, penganjur nilai-nilai kemanusiaan dan ada kelompok-kelompok yang merusak.

"Kelompok itu dalam Alquran memang luar biasa. Ada yang disebut dengan umat, ada yang disebut kaum, ada yang disebut dengan khirkah, ada fiatin, ada yang disebut dengan hisbun. Nah hisbun itu diterjemahkan pasukan dan partai. Jadi satu konsep partainya bukan mengada-ada tapi dalam Alquran ada. Partai, pasukan," jelas Sodik yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR.

Meski tak menyebut secara pasti siapa saja kelompok yang masuk dalam Partai Setan. Tapi, Amien Rais menyebut PAN, PKS dan Gerindra sebagai Partai Allah. Soal ini, Sodik pun berpendapat bahwa pada prinsipnya siapapun yang terus berupaya melakukan pemerataan ekonomi, menegakkan keadilan dan hukum, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan adalah orang-orang yang masuk ke dalam kategori Partai Allah. Sebaliknya yang menentang itu masuk kategori Partai Setan.

"Nah siapa yang di antara mereka yang masuk itu, ya silahkanlah masyarakat yang lihat sendiri. Contoh yang agak aneh ini, partai setan itu adalah memecah belah, mengadu domba. Kalau partai Allah adalah tolong-menolong dalam kebajikan. Sedangkan partai setan tolong-menolong dalam permusuhan. Yang memecah belah, membangun konflik itu disebut partai setan," tutur Sodik diplomatis.[wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya