Berita

Foto:RMOL

Nusantara

Meninjau Sota, Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

MINGGU, 15 APRIL 2018 | 20:51 WIB | LAPORAN:

Perjalanan menuju Sota, daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini di wilayah administasi Meraukesudah membaik. 20 tahun lalu perjalanan dari kota Merauke ke wilayah paling timur Indonesia itu membutuhkan waktu tiga hari.

Begitu kata Simatupang, sopir dari Pemkab Merauke yang membawa rombongan wartawan untuk meliput kegiatan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan Tjahjo Kumolo meninjau rencana pembangunan wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Ia menjelaskan, tahun 1998 jalan menuju Sota belum beraspal alias masih tanah. Kondisi ini yang membuat daerah tersebut terisolir. Untuk kendaraan roda empat saja butuh waktu tiga hari mencapai Sota karena jalan yang berlumpur.


"Sekarang hanya satu hingga dua jam saja ke sana," ujar Simatupang, Minggu (15/4).

Meski beraspal, lalu lintas menuju Sota sangat sepi, dalam perjalanan mobil yang ditumpangi hanya tiga kali berpapasan dengan truk dua kali berpapasan dengan mobil pribadi dan tiga kali dengan motor. Begitu juga dengan rambu jalan, yang hanya ditemukan empat kali.

Permukaan aspal juga tidak seperti daerah perkotaan. Mulai dari Kota hingga kilometer 58 merauke penumpang merasakan aspal bergelombang membuat penumpang yang duduk mengikuti ritme peredam kejut mobil Mitsubisi elf dana alokasi khusus berwarna biru.

Sesekali mobil juga berhenti untuk melewati aspal yang amblas. Sekitar 20 mobil rombongan dari BNPP, Provinsi Papua, Pemkab Merauke dan Polres Merauke juga ikut mengurangi laju kendaraan.

"Ada sedikit ganguan jalan ini," kata Simatupang menenangkan penumpang lantaran menginjak rem mendadak.  

Untuk yang pertama kali ke Sota, perjalanan tersebut merupakan pengalaman, sebab tidak ada pemandangan yang menarik. Hanya ada jalan lurus, pohon kayu putih, gundukan sarang semut, lahan basah dan melewati Kampung Wasur serta Kawasan Taman Nasional Wasur. Penumpang baru bisa merasakan aspal rata di 58 km merauke sampai 68 km merauke.

Gerbang bertuliskan "Good Bye and See You Again Another Day” terlihat ketika memasuki wilayah perbatasan di Sota.

Di tempat tersebut, ada taman yang dikenal dengan Taman Sota atau Taman Merah Putih. Slogan-slogan nasionalisme seperti Bahasa Indonesia Penjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI lalu Aku Cinta Indonesia, Izakod Bekai Izakod Kai yang bermakna Aku Cinta Indonesia, Satu Hati Satu Tujuan. tertuang dalam bentuk prasasti.

Selain itu, tampak juga pilar Meridian Monument (MM), tanda perbatasan RI dengan PNG. Secara total, terdapat 53 pilar perbatasan.

Tjahjo menjelaskan pemerintah pusat nantinya melakukan sejumlah pembangunan di Sota mulai dari puskesmas, rumah sakit, markas pamtas hingga instansi pelayanan publik lainnya.

"Nanti akan dibangun pas lintas batas. Pak Jokowi ingin semua perbatasan dibangun. Pak Jokowi ingin dari ujung Rondo, Natuna, Skouw, seluruh perbatasan bagus dan ada manfaat bagi masyarakat sekitar," ujar Tjahjo.

Turut hadir mendampingi Tjahjo dalam kunjungan diantaranya Pelaksana Tugas (Plt) BNPP Widodo Sigit Pudjianto, Penjabat Gubernur Papua Soedarmo dan Bupati Merauke Frederikus Gebze.

 "Di Sota ini terbuka tapi nyaman. Di sana (Skouw) ketat tapi tidak nyaman," ujar Frederikus.

Sebelum meninggalkan Sota, Mendagri dan Bupati Merauke sempat berfoto di tugu 0 KM Merauke-Sabang.[dem]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya