Berita

Puan Maharani/Nrt

Nusantara

​​Menko PMK: Amalkan Makna Isra Mi'raj Supaya Jadi Bangsa Unggul

SABTU, 14 APRIL 2018 | 13:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Masyarakat bisa memaknai peringatan Isra Mikraj sebagai momentum meningkatkan kualitas. Pemerintah pun menjadikan peringatan peristiwa besar bagi umat Islam ini sebagai momentum mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani. Puan, yang kini sedang berada di Tokyo, untuk menghadiri Global Ministerial Summit 2018, pun mengutip Presiden Joko Widodo yang yang mengundang para menterinya untuk hadir bersama anak yatim, serta perwakilan tokoh masyarakat dan ulama.

"Seperti yang dikatakan Pak Jokowi, setiap kita memperingati Isra Mikraj, kita harus ingat bahwa kita harus naik menjadi lebih baik,” kata Puan, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 14/4).


Menurut Puan, makna Isra Mikraj juga harus diamalkan hingga kini dalam keseharian. Dia yakin Indonesia akan terus menjadi lebih baik jika masyarakatnya mampu berpikir jernih, dan berdaya saing.

Sebagai upaya meningkatkan kualitas manusianya, kata Puan, pemerintah terus melakukan terobosan dalam pembangunan infrastruktur dan revolusi mental. Pembangunan infrastruktur kini semakin merata hingga ke daerah, dan revolusi mental digencarkan melalui akses pendidikan, kesehatan, dan pelatihan kompetensi.

“Makna Isra Mikraj harus kita amalkan supaya kita menjadi bangsa yang rukun, mandiri, unggul, dan berkepribadian. Pemerintah pasti bisa membawa Indonesia lebih baik,” ungkapnya.

Selama kunjungan kerja di Jepang, Puan juga mengunjungi Panti Lansia Minato-ward Special Nursing Home for the Elderly Shirokanenomori, di Tokyo. Di sana, dia berdialog dengan careworker asal Indonesia dan setelahnya menyatakan akan meminta pemerintah Jepang menambah kuota untuk pekerja Indonesia.

Puan menyatakan, pemerintah Jepang merespons baik permintaannya dan penambahan kuota dapat dilakukan jika calon careworker memenuhi syarat. Sebagai bentuk kepedulian, Puan akan membuat pelatihan bahasa dan keterampilan untuk para calon pekerja agar memiliki daya saing dan mandiri saat bekerja di luar negeri.​ [mel]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya